-
Saham COIN melesat 3.810% usai Arsari Group (Hashim Djojohadikusumo) masuk sebagai investor baru.
-
COIN gelar RUPSLB 30 Des 2025 bahas ganti pengurus dan alokasi dana IPO. (81 karakter)
-
Pengendali COIN belum bisa lepas saham; masih terikat aturan lock-up 8 bulan pasca-IPO
Suara.com - Saham emiten kripto, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), kembali menjadi sorotan setelah mencatatkan lonjakan harga fantastis dan resmi dimasuki oleh Group investasi milik adik Presiden RI Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo.
Menyusul masuknya Arsari Group sebagai pemegang saham baru, COIN segera mengumumkan agenda krusial akhir tahun dalam keterbukaan informasinya dilaman Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perusahaan mengagendakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Desember 2025. Agenda utama RUPSLB ini adalah mengubah susunan pengurus perseroan dan membahas detail penggunaan dana segar yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).
Direktur Utama COIN, Ade Wahyu, menyampaikan bahwa rencana aksi korporasi ini adalah respons resmi perseroan terhadap permintaan klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas ekstrem pada harga saham COIN.
Saham COIN memang menjadi superstar di bursa belakangan ini. Sejak melantai di BEI pada 9 Juli lalu, harga saham COIN telah melonjak hingga 3.810%. Saham yang awalnya tercatat di level Rp100 per saham saat IPO, ditutup meroket hingga Rp3.910 per saham pada penutupan perdagangan Jumat (12/12/2025).
Masuknya Arsari Group, entitas investasi Hashim Djojohadikusumo yang dikenal sangat selektif, dinilai menjadi sentimen pendorong utama di balik pergerakan harga yang liar tersebut.
Meskipun terjadi perubahan signifikan di struktur kepemilikan, Ade Wahyu menjelaskan bahwa pengendali atau pemegang saham utama saat ini masih terikat larangan pengalihan saham (periode lock up).
"Sehingga dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh kepemilikan atas efek bersifat ekuitas emiten tersebut sampai dengan 8 bulan setelah pernyataan pendaftaran menjadi efektif," ujar Ade.
Ke depan, perseroan berencana mengajukan permohonan kepada pengendali untuk memperoleh penjelasan komprehensif terkait rencana kepemilikan mereka melalui pertemuan resmi. RUPSLB 30 Desember ini diharapkan dapat memberikan kejelasan arah bisnis COIN, terutama setelah bernaung di bawah payung Grup investasi yang memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan.
Baca Juga: Prabowo Panggil Menteri ke Hambalang, Ada Target Soal Pembangunan Hunian Korban Bencana
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Tekanan Pasar Aset Kripto Pengaruhi Kinerja COIN di Kuartal I-2026
-
Harga Avtur di Bandara SoekarnoHatta Naik Lagi, Melonjak 16,6 Persen, Tembus Rp27.357/Liter
-
Kado Pahit Buat Buruh, Permenaker 7/2026 Langgengkan 'Perbudakan Modern' Alih Daya?
-
Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 126 Per Barel!
-
BTN Genjot Pariwisata Nasional Lewat Keuangan Digital
-
Harga Emas Global Menguat, Kemendag Naikkan HPE dan HR Emas pada Awal Mei 2026
-
Mandiri Inhealth Raup Laba Rp82,8 Miliar di Kuartal I 2026, Apa Pendorongnya?
-
Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz
-
Aguan Lapor: Penjualan PIK2 Meroket 112%, Tembus Rp 987 M
-
KEK Sanur Gandeng Unud Jadi Pusat Riset Kesehatan Berkelas Dunia