Suara.com - Produk-produk Indonesia yang dipamerkan di The 20th China-ASEAN EXPO (CAEXPO) berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar Rp106,45 miliar. Potensi transaksi tersebut terdiri dari penjualan langsung sebesar Rp1,69 miliar dan kontrak dagang mencapai Rp104,77 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Didi Sumedi mengatakan, nilai transaksi ini membuktikan produk Indonesia mampu bersaing di tengah gempuran negara lain di pasar global. Ini juga bukti pemulihan daya beli global pascapandemi Covid-19.
"Selain itu, nilai transaksi berpotensi meningkat karena masih ada buyer yang akan menindaklanjuti beberapa transaksi pembelian di luar pameran,” kata Didi Sumedi dalam keterangan persnya pada Selasa, (26/9/2023).
CAEXPO 2023 erupakan pameran hasil kesepakatan pada KTT China ASEAN ke-7 pada bulan Oktober 2003 lalu, dalam kerangka kerja perdagangan ekonomi China-ASEAN Free Trade Area (CAFTA). Kegiatan ini menjadi komitmen Indonesia untuk menjalin kerja sama perdagangan serta investasi dengan China dan negara ASEAN lainnya.
CAEXPO 2023 diikuti 1.953 perusahaan yang berasal dari 46 negara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.215 peserta berasal dari Tiongkok, 644 peserta berasal dari ASEAN, dan 94 dari negara di lainnya. Selama gelaran luring berlangsung, CAEXPO dikunjungi sebanyak lebih dari 15.000 orang.
Pada pameran ini, Indonesia menghadirkan 2 paviliun, terdiri atas Paviliun Komoditas yang menempati area seluas 2.160 m2 di aula D15 dan Paviliun Nasional (City of Charm) dengan area seluas 160 meter persegi di Aula B2.
Selama pameran, makanan olahan menjadi produk primadona Indonesia dan menempati posisi pertama perolehan transaksi di CAEXPO 2023 dengan nilai mencapai Rp96,10 miliar atau 90,28% dari total transaksi. Produk Indonesia lainnya yang berhasil menarik perhatian buyer di antaranya barang konsumsi sebesar Rp8,95 juta (8,41%), fesyen dan aksesori sebesar Rp706,74 juta (0,66%), furnitur sebesar Rp358,52 juta (0,34%), dan dekorasi rumah sebesar Rp333,30 juta (0,31%).
Pameran ini digelar secara hibrida, yakni secara luring pada 16—19 September 2023 dan secara daring hingga September 2024 melalui platform CAEXPO.
Didi mengungkapkan, partispasi pada CAEXPO 2023 selaras dengan strategi peningkatan ekspor Indonesia. Untuk memenangkan ekspor nonmigas di pasar Tiongkok ini, salah satunya dengan peningkatan diferensiasi produk yang ditawarkan. Saat ini komoditas ekspor utama Indonesia ke Tiongkok mayoritas berasal dari produk pertambangan dan kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO). Untuk itu, Paviliun Komoditas Indonesia di CAEXPO tahun ini hadir dengan memamerkan berbagai produk potensial di empat zona yaitu makanan dan minuman; aksesori fesyen dan perhiasan; furnitur dan dekorasi rumah; serta barang konsumsi, spa, herbal, dan kecantikan.
“Pada pameran CAEXPO kali ini, kami membawa produk yang memliki potensi besar untuk mendongkrak transaksi di Tiongkok. Beberapa produk tersebut yaitu sarang burung walet, furnitur, produk perhiasan, kerajinan, fesyen, dan makanan olahan. Kami juga membawa produk yang dikenalkan untuk pasar Tiongkok seperti, vanila, tepung tapioka, dan tempe,” jelas Didi.
Baca Juga: Melalui BRI, UMKM Indonesia Temukan Ketangguhan Baru
Lebih jauh, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Merry Maryati menjelaskan, Paviliun City of Charm diisi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang menampilkan ciri khas budaya dengan tema rumah adat Betang, mengangkat potensi investasi, perdagangan, dan pariwisata, serta menyuguhkan seni dan budaya Kalimantan Tengah.
Pada pameran ini, Paviliun Komoditas Indonesia diikuti 49 pelaku usaha yang tampil secara mandiri. Selain itu, paviliun ini juga menampilkan 49 pelaku usaha binaan dari 11 BUMN, serta 8 stan etalase produk potensial Provinsi Kalimantan Tengah.
“Kita patut bangga dengan keberagaman budaya di Indonesia, berbagai atraksi seni, budaya dan peragaan fesyen khas dari pemerintah Kalimantan Tengah berhasil menjadi daya tarik pengunjung Paviliun Indonesia. Diharapkan pemerintah provinsi lain turut berpartisipasi pada perhelatan,” tambah Merry.
Di sela pameran, Kemendag bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI di Beijing mengelar penjajakan kerja sama bisnis (business matching) pada Senin, (18/9/2023). Pada kegiatan ini, Kemendag memfasilitasi pertemuan 11 peserta pameran dengan 36 buyers Tiongkok.
Selain itu, Paviliun Indonesia juga menggelar Promotion Conference of Central Kalimantan Province untuk memberikan gambaran terkait potensi pariwisata, investasi, dan perdagangan Kalimantan Tengah. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 50 peserta yang terdiri atas Perwakilan Delegasi Pemerintah Guangxi Zhuang Autonomous Region, Provinsi Kalimantan Tengah, asosiasi pelaku usaha, serta calon buyer.
“Hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok telah berlangsung selama 73 tahun. Dengan tampilnya Provinsi Kalimantan Tengah, diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang dengan berkembangnya sektor pariwisata dan ekonomi,” ucap Merry.
Berita Terkait
-
Larangan Social Commerce ala TikTok Shop di Indonesia dan Dampak bagi UMKM
-
Gibran Ungkap Praktik Keji TikTok Shop Terhadap UMKM
-
Kapan TikTok Shop Ditutup secara Resmi? Cek Update Infonya
-
3 UMKM Binaan Telkom Pamerkan Produk Unggulannya di China-ASEAN Expo
-
Cetak UMKM Baru di Palembang Lewat Pelatihan Pembuatan Keripik Pisang
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Rupiah Makin Jeblok ke Rp 17.660, Purbaya Tuding Gegara Ada Sentimen 1998
-
Penyebab IHSG Ambles 3,76% pada Sesi I Hari Ini
-
Saham BCA Punya Harapan, Segini Target Harga Hari Ini
-
Ucapan Prabowo Cukup Buat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Hari Ini
-
Rupiah Tembus Rp17.658, Pengamat Soroti Pernyataan Prabowo
-
Ambisi Raksasa PSEL Danantara: Target IPO 2028 di Tengah Penundaan dan Penolakan Keras Daerah
-
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.649 Triliun di Bulan Mei
-
Pihak-pihak Ini Senang Dengar Rupiah Melemah
-
Telkom Solution Siap Dorong Transformasi Digital BUMN
-
1 Dollar USD Hari Ini Berapa Rupiah? Geger Ucapan Prabowo soal Orang Desa Tak Pakai Dolar