Suara.com - Harga emas dunia terhenti di dekat level terendahnya dalam tujuh bulan pada hari Juma (6/10/2023) setelah mengalami penurunan selama sembilan sesi berturut-turut, karena investor menahan napas terhadap data nonfarm payrolls AS yang dapat menentukan apakah suku bunga akan dinaikkan lagi.
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot stabil di angka US$1,820.35 per ounce pada pukul Jumat pagi, sementara emas berjangka AS naik 0,1 persen menjadi US$1,834.10. Harga telah ditutup lebih rendah di semua sesi perdagangan sebelumnya sejak 25 September, memperpanjang penurunan sebesar 1,5 persen sepanjang minggu ini.
Imbal hasil (yield) obligasi AS bertenor 10 tahun bertahan di dekat level tertinggi dalam 16 tahun dan dolar AS tetap berada di jalur kenaikan selama 12 minggu berturut-turut, mengikis permintaan terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil dan dihargakan dalam greenback.
Pejabat Federal Reserve pada hari Kamis menunjukkan sedikit kekhawatiran bahwa kenaikan imbal hasil Treasury AS baru-baru ini dapat membahayakan .soft landing. bagi perekonomian, dan mengatakan hal tersebut sebenarnya dapat membantu bank sentral dalam perjuangannya melawan inflasi.
Data pada hari Kamis menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran meningkat secara moderat pada minggu lalu, sementara PHK menurun pada bulan September.
Defisit perdagangan AS menyusut ke level terkecil dalam hampir tiga tahun pada bulan Agustus, dengan ekspor barang modal mencapai rekor tertinggi.
Perak di pasar spot naik 0,3 persen menjadi US$20,96, platinum menguat 0,2 persen menjadi US$856,30 dan paladium naik 0,6 persen menjadi US$1.148, setelah mencapai posisi terendah dalam lima tahun di sesi terakhir. Semuanya berada di jalur kerugian mingguan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM
-
Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya
-
Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad
-
Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!