Suara.com - Pengacara kondang Hotmas Paris Hutapea mempertanyakan kekayaan dari Ayah Mirna Salihin, Edi Darmawan Salihin. Hal ini ketika, Edi Darmawan akui menyelipkan uang gepokan ke tas Reza Indragiri.
Hotman Paris menilai apa yang dilakukan Edi Darmawan sangat tidak etis dan melewati batas.
"Kelewatan kata katanya! Sekaya apa dia! Puluhan klien hotman super konglo ngak tega ngomong gini ke profesional," kata Hotman Paris yang dikutip dari Instagram prabadinya, Minggu (8/10/2023).
Terlepas dari hal itu, banyak orang yang juga mempertanyakan apa bisnis Edi Darmawan Salihin. Dalam bincang-bincang dengan Karni Ilyas, Edi Darmawan Salihin mengungkapkan pekerjaannya saat ini.
Dulu dirinya memang sebagai bos perusahaan jasa ekspedisi, PT Fajar Indah Cakra Cemerlang, tapi perusahaan diakuinya sudah tutup. Selain itu, dirinya juga sempat sebagai suplier senjatan ke TNI AD, namun hal itu tidak lagi dilakukannnya.
Kekinian dirinya menyatakan sudah pensiun dari dunia bisnis. Edi Darmawan sekarang ingin hidup tenang dengan menjadi petani cabai di Bogor.
"Om sekarang sudah pensiun, sudah tua. Om sekarang ke gunung, larinya ke Bogor tuh daerah Pamijahan situ. Om nanam cabai, sudah panen dua kali, lumayan lah buat hidup," ujarnya yang dikutip dari Youtube Karni Ilyas Club, Minggu (8/10/2023).
Selain jadi petani cabai, Edi Darmawan juga mengekspor singkong yang dikumpulkan dari petani-petani Sumatera.
"Terus tanah Om yang di Bitung itu buat ngumpulin singkong dari Lampung. Semua (dari) Sumatera ke bos saya itu namanya Haji Tabroni itu dia kirim ke Merak itu, dekat itu kan sama Pelabuhan Merak kan Om punya tanah," kata dia
Baca Juga: PNM Pekanbaru Dampingi Nasabah Menjadi Pahlawan Ekonomi Keluarga
"Itu kita jual ke orang Korea. Saya enggak ikut ekspor, karena ekspor sekali gagal, ditolak. Nah kalau melalui Korea ini dibayar terus, biarin lah, untuk dikit, enggak apa-apa," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Bonus Hari Raya Ojol Diumumkan Bareng SE THR Pekerja
-
Kriteria ASN Wajib Ikut Pelatihan Militer Komcad, Dapat Gaji dan Tunjangan Penuh
-
BRI Gelar Imlek Prosperity 2026, Hadirkan Pengalaman Eksklusif Sambut Tahun Kuda Api
-
PHK Buruh Mie Sedap Sedang Dimonitor Kemenaker
-
Mudik Lebaran 2026: 16,83 juta Orang Diprediksi Serbu Jawa Timur
-
Daftar Harga Kurs Dolar Hari Ini di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Timur Tengah Membara, Harga Minyak 'Terbang' Dekati Level Tertinggi 7 Bulan
-
Harga Emas Bisa Cetak Rekor Tertinggi, Analis Ungkap Faktor Penyebabnya
-
Emas Antam Tiba-tiba Anjlok Tajam, Tapi Masih Dibanderol Rp 3 Juta/Gram
-
Petani Terancam, Wacana Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Bisa Ganggu Serapan Hasil Panen