Suara.com - Holding BUMN Pangan lewat PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) mulai memasok kebutuhan pangan di daerah-daerah. Hal ini sebagai upaya untuk mencapai ketahanan pangan.
Untuk memancarkan distribusi pasokan pangan, PPI juga menggandeng pemerintah daerah.
Direktur Komersial dan Pengembangan PPI Edhy Rizwan mengatakan perusahaan sendiri telah memiliki perjanjian kerja sama komoditas pangan dengan Dinas Ketahanan Pangan Banten sebagai tindaklanjut komitmen tersebut.
"Kerja sama ini merupakan salah satu upaya dalam menjaga stok persediaan bahan pangan pokok untuk cadangan pangan kebutuhan konsumsi masyarakat Banten," ujar Edhy yang dikutip Jumat (10/11/2023).
Edhy menyampaikan kerja sama tersebut menjadi awal kerja sama yang baik untuk terus menjaga stok pangan di daerah.
Edhy menyebut kerja sama ini wujud kontribusi PPI sebagai anggota holding BUMN pangan dalam menjaga ketahanan pangan daerah dengan berbagai elemen.
"Kita akan terus berupaya membantu pemerintah, termasuk pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan pangan secara bersama-sama," ucap Edhy.
Edhy menambahkan, PPI dengan 32 kantor cabang di seluruh Indonesia siap bekerja sama dengan pemda dalam menjaga ketahanan pangan.
"PPI juga senantiasa mendukung program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat dan daerah di wilayah operasional bisnis PPI dalam memberikan akses kemudahan dan keterjangkauan harga komoditas pangan untuk masyarakat," pungkas Edhy.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM
-
Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya
-
Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad
-
Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!