Suara.com - Perusahaan hiburan Walt Disney yang merupakan induk Disney Hotstar dikecam warga dunia setelah mendonasikan USD2 juta atau Rp31 miliar kepada organisasi kemanusiaan di Israel, yang kini melakukan genosida pada penduduk Palestina, termasuk anak-anak.
Keputusan Walt Disney tidak sejalan dengan visi mereka memberikan hiburan kepada anak-anak namun membela negara yang membunuh anak-anak.
Keputusan donasi Walt Disney ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah terbentuknya perusahaan, termasuk CEO Disney saat ini, Robert A. Iger yang datang dari keluarga Yahudi.
Iger yang lahir di New York pada Februari 1951 datang dari keluarga Yahudi. Sang ayah merupakan pensiunan tentara angkatan laut pada masa Perang Dunia II.
“Setelah serangan teroris mengerikan yang menargetkan orang-orang Yahudi di Israel akhir pekan lalu, kita semua harus melakukan apa yang kita bisa untuk mendukung orang-orang tak bersalah yang mengalami begitu banyak penderitaan, kekerasan, dan ketidakpastian – terutama anak-anak,” demikian ungkap Robert A. Iger dalam keterangannya saat memberikan donasi dengan dalih membela sesama Yahudi di Israel.
Sejarah Walt Disney
Iger baru menjabat sebagai CEO Walt Disney pada 2005. Namun, orang-orang di seluruh dunia tahu bahwa Walt Disney berjaya jauh sebelumnya.
Walt Disney tiba pertama kali di California pada musim panas 1923 Rumah produksi ini telah membuat kartun di Kansas City tentang seorang gadis kecil di dunia kartun, yang kemudian dikenal dengan Alice's Wonderland.
Menuai sukses di California, seorang distributor di New York, MJ Winkler, dikontrak untuk mendistribusikan Alice Comedies, bagian dari Alice’s Wonderland pada 16 Oktober 1923, dan tanggal ini menjadi awal dari perusahaan Disney. Awalnya dikenal sebagai Disney Brothers Cartoon Studio, dengan Walt Disney dan saudaranya, Roy sebagai sang pemilik.
Baca Juga: Biodata Noah Schnapp, Aktor Stranger Things Puji Zionis Seksi dan Dukung Israel
Walt Disney membuat Alice Comedies selama empat tahun, tetapi pada tahun 1927, ia memutuskan untuk pindah ke serial kartun. Untuk membintangi serial baru ini, ia menciptakan karakter bernama Oswald the Lucky Rabbit.
Dalam setahun, Walt membuat 26 kartun Oswald, tetapi ketika dia mencoba mendapatkan uang tambahan dari distributornya untuk tahun kedua, dia menemukan distributor telah mencuranginya dengan mendaftarkan hampir semua animator, dengan tujuan bisa membuat kartun Oswald di studio sendiri dengan modal minim tanpa membawa lisensi Walt Disney. Dari kejadian ini Disney kemudian mendaftarkan seluruh karyanya dalam hak cipta.
Satu abad berlalu, kini Disney bertransformasi menjadi industri kreatif berpengaruh dunia. Pada awal 2022, perusahaan memenangkan enam Academy Awards untuk film Summer of Soul,West Side Story, Cruella, dan Encanto. Lagu-lagu untuk animasi mereka merajai tangga lagu di Billboard Hot 100 dan banyak nominasi lainnya. Disney juga telah memiliki aplikasi untuk menonton produk mereka bernama Disney Hotstar.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Fatwa MUI Haramkan Produk Pro Israel, Pemilik Minimarket di Jakbar: Kalau Harus Dimusnahkan Saya Gak Keberatan
-
Profil Joserizal Jurnalis, Pendiri MER-C Bantu Bangun RS Indonesia di Palestina
-
Biodata Noah Schnapp, Aktor Stranger Things Puji Zionis Seksi dan Dukung Israel
-
Tank-tank Israel Tutup Akses Rumah Sakit Utama di Gaza, Bayi dan Pasien Dibiarkan Sekarat
-
Cerita Bang Onim: Suami Istri di Gaza Rela Tidur Terpisah Akibat Takut Keluarga Habis Dibom Israel
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
BUMN Ini Dulu Hanya Percetakan, Kini Bertransformasi jadi Raksasa Teknologi Keamanan Digital RI
-
Profil Dewan Energi Nasional, Ini tugas dan Tanggung Jawabnya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Target Negosiasi Tarif Impor AS Mundur, Ada Kendala?
-
Purbaya soal IHSG Anjlok: Beres Sebelum Mei, Hanya Syok Sesaat
-
PU Kebut Normalisasi Sungai Aek Doras, Upaya Redam Ancaman Banjir di Sibolga
-
Tekanan Global hingga AI Warnai 2026, MCorp Buka Ruang Dialog Strategis Lintas Industri
-
Pos Indonesia Gandeng Emiten WIFI Bantu Distribusi Internet Rakyat
-
IHSG Terjun Bebas, BEI: Investor Jangan FOMO Jual Saham
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG