Suara.com - Harga rumah di Jakarta terus melambung tinggi, bahkan banyak kalangan yang bergeser ke pinggiran Jakarta untuk memiliki rumah. Dilansir dari The Conversation dalam sebuah survei menemukan bahwa harga rumah yang tidak terjangkau menjadi salah satu hambatan untuk memiliki rumah di Jakarta.
Daerah yang dituju banyak konsumen untuk membeli rumah milik sendiri yaitu Tangerang Selatan, khususnya di Bintaro. Setidaknya, Tangerang Selatan kini telah menjadi daerah yang harga tanahnya yang melambung tinggi.
Survei Rumah.com Indonesia Property Market Index kenaikan harga tanah di Tangerang Selatan yang meningkat sebesar 11,5% melebihi Kabupaten Bogor (8,5%), dan Depok (7,5%).
Untuk mengakomodir permintaan tersebut, PT Jaya Real Property Tbk membangun kawasan perumahan Botanica Aralia. Kawasan ini mempunyai lokasi strategis sekaligus akses yang mudah karena memiliki dua akses tol yang terhubung langsung dengan Jalan Boulevard Bintaro Jaya yakni Gerbang Tol Pondok Ranji dan Gerbang Tol Parigi.
Selain itu, kemudahan akses transportasi umum menuju ibukota juga dapat dirasakan oleh penghuni dengan adanya Trans Bintaro sebagai pengumpan Trans Jakarta, Royal trans menuju Stasiun MRT, dan Intrans Bintaro sebagai penghubung antar hunian dan fasilitas-fasilitas yang ada di Bintaro Jaya. Selain itu terdapat 3 stasiun untuk menunjang transportasi commuter line diantaranya stasiun Jurang Mangu, Sudimara, dan Pondok Ranji.
"Realisasi Botanica Aralia sebagai wujud kami memberikan solusi hunian untuk konsumen dengan value for money yang tinggi. Dengan berbagai pilihan akses, fasilitas yang menunjang keseharian konsumen dan harga yang terjangkau," ujar Wakil Direktur Utama PT Jaya Real Property yang dikutip, Kamis (16/11/2023).
Adapun, Botanica Aralia saat ini tersedia tipe bangunan diantaranya Aralia 9 (9x16), Aralia 8 (8x16), dan Aralia 7 (7x16) dengan keunikan dari tipe-tipe tersebut yang bernuansa tropis.
Menurut Yohanes, kawasan perumahan ini jawaban dari kebutuhan konsumen yang menganggap harga tanah dan bangunan di Jakarta sudah tidak lagi terjangkau. Terlebih, Botanica Aralia merupakan kawasan dengan tata letak yang sangat baik dan teratur sehingga menjadi salah satu nilai lebih untuk menjadi hunian idaman.
"Kami juga menyediakan show unit Botanica Aralia, yang akan diresmikan pada tanggal 18 November 2023 agar konsumen dapat mengunjungi, melihat dan merasakan secara langsung hunian di kawasan terbaru Bintaro Jaya dengan berbagai keunggulan," kata dia.
Baca Juga: Harga Rumah di Bawah Rp 2 Miliar Catatkan Kenaikan Tertinggi Usai Pandemi
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026
-
Tembus 1.134 Konsultasi, Posko THR Kemnaker Kini Layani Pengaduan Pekerja
-
Hutama Karya Jamin Jalur TarutungSibolga Siap Dilalui Pemudik
-
Meski Kuota Penuh, Masyarakat Masih Punya Kesempatan Daftar Mudik Motor Gratis
-
Petani Tembakau Peringatkan Ancaman Pandemi Ekonomi Jilid II
-
Danantara Tunjuk Perusahaan China Garap Proyek Listrik Jadi Sampah di Bogor
-
Harga Minyak Dunia Membara, RI Mulai Lirik Pasokan dari Rusia? Begini Kata Wamen ESDM
-
Waspada! IHSG Bisa Menuju Level 6.000 Lagi, Ini Pemicunya
-
OJK Bakal Rombak Aturan Papan Pemantauan Khusus, Sinyal Positif bagi Investor?