- Perempuan mendominasi 64,5 persen pelaku UMKM sektor industri kreatif di Indonesia untuk mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.
- Bank Saqu menyelenggarakan diskusi di Jakarta untuk mendorong perempuan mengelola keuangan bisnis secara berkelanjutan melalui teknologi digital.
- Pakar menekankan pentingnya disiplin arus kas dan keputusan berbasis data agar bisnis kreatif dapat bertahan dalam jangka panjang.
Suara.com - Peran perempuan dalam perekonomian Indonesia kian besar, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun di balik dominasi tersebut, tantangan dalam pengelolaan keuangan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi.
Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan sekitar 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan. Sebagian besar dari mereka bergerak di sektor industri kreatif, mulai dari usaha berbasis hobi hingga bisnis yang lahir dari ide dan pengalaman personal.
Fenomena ini menjadi sorotan dalam forum diskusi bertajuk 'Built by Her: Turning Passion Into Power in The Creative Industry' yang digelar Bank Saqu bersama IdeaFriends dalam momentum Hari Kartini.
Bank Saqu menilai perempuan kini tidak hanya hadir sebagai pelaku usaha, tetapi juga menjalani perjalanan finansial yang dinamis, mulai dari merintis hingga mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Dukungan teknologi digital turut membuka peluang lebih luas bagi perempuan untuk memperluas pasar.
Namun, di tengah peluang tersebut, pengelolaan keuangan menjadi kunci utama agar usaha bisa bertahan dan berkembang.
"Agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan, diperlukan pemahaman keuangan yang baik, mulai dari pengelolaan arus kas hingga pengambilan keputusan finansial. Seiring berkembangnya industri kreatif, kami percaya kombinasi antara kreativitas dan pengelolaan keuangan yang tepat akan menjadi pondasi utama bagi lahirnya lebih banyak usaha yang berkelanjutan di Indonesia," ujar Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu, Willy Apriando di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Profil nasabah Bank Saqu juga menunjukkan sekitar 40 persen merupakan solopreneur. Hal ini mendorong Bank Saqu menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada layanan perbankan, tetapi juga pada edukasi dan penguatan ekosistem usaha, salah satunya melalui program Solopreneur Academy.
Co-Founder KopiSoe, Rantau Rasa, Sylvia menekankan pentingnya disiplin finansial dalam menjaga keberlanjutan bisnis.
Ia menjelaskan, nanyak bisnis kreatif lahir dari ide yang kuat, tetapi yang membedakan adalah bagaimana bisnis tersebut dikelola dengan finansial yang baik. Tanpa keuangan yang sehat, akan sulit untuk sustain dalam jangka panjang, apalagi untuk berkembang.
Baca Juga: UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
"Disiplin dalam mengelola arus kas, memahami biaya, dan mengambil keputusan berbasis data menjadi kunci agar bisnis tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan," jelasnya.
Dengan dominasi perempuan di sektor UMKM, penguatan literasi dan pengelolaan keuangan dinilai menjadi faktor penting agar kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN
-
Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
-
Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya
-
Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman
-
IHSG Terus Terjun ke Zona Merah, Nyaris ke Level 6.900
-
TelkomGroup Dukung Menkomdigi, Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak Melalui PP Tunas
-
Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Lompatan Baru AI Otonom untuk Percepat Transformasi
-
ESDM Mulai Uji Coba B50 ke Kereta Api
-
Rencana 100 Gudang Pangan Disorot, Salah Lokasi Bisa Jadi Mubazir