Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berkomitmen melakukan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Hal ini terlihat dari peningkatan nilai saham BRI yang disumbang dari kinerja BRI yang terus tumbuh.
Penerapan GCG ini juga sebagai upaya BRI untuk menciptakan value perusahaan yang berkelanjutan. Dalam hal ini, BRI bakal terus meningkatkan penerpaan GCG dan mendukung strategi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur Utama BRI Sunarso menyebut, hasil kinerja ini diraih dari komitmen perseroan untuk terus meningkatkan kualitas bisnis dan kinerja.
"Hal ini juga tak terlepas dari peran dan kontribusi Insan BRILian atau pekerja BRI. BRI terus fokus untuk menciptakan value agar BRI dapat terus tumbuh secara berkelanjutan," ujar Sunarso dalam keterangannya, Kamis (7/12/2023).
Sebagai informasi, BRI telah mempertahankan kinerja keuangan yang gemilang. Tercermin dari aset yang secara konsolidasian meningkat 9,93% year-on-year (yoy) menjadi Rp 1.851,97 triliun.
"Pertumbuhan aset tersebut juga diiringi dengan perolehan laba dalam 9 bulan yang mencapai sebesar Rp 44,21 triliun atau tumbuh 12,47 persen year on year," kata dia.
Sunarso menambahkan, pencetak kinerja gemilang BRI diantaranya disumbang oleh penyaluran kredit yang tumbuh double digit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan dana murah yang juga tumbuh dua digit.
Selain itu, kinerja itu didorongan dari kualitas kredit yang terjaga, serta proporsi fee-based income yang porsinya terus meningkat terhadap keseluruhan pendapatan BRI.
Baca Juga: BRI-Citilink Kembali Bagi-bagi Diskon Tiket Pesawat untuk Liburan di Akhir Tahun
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik