Suara.com - Holding BUMN Danareksa memastikan belum ada perintah dari pemegang saham untuk menyehatkan PT Waskita Karya (Persero). Akan tetapi, Danareksa pada dasarnya membuka pintu lebar agar emiten bersandi saham WSKT itu menjadi pasien PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).
Kekinian, BUMN karya tersebut tengah menjalani restrukturisasi agar keuangannya yang sakit kembali sehat.
"PPA sifatnya kan menjalankan tugas, kalau ditugaskan untuk menyehatkan ya harus siap," ujar Direktur Utama Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi saat Media Gathering di Lokananta, Solo yang ditulis Selasa (12/12/2023).
Sebenarnya, sebut Yadi, Waskita Karya sebenarnya sempat menjadi pasien PPA pada tahun 2013. Akan tetapi, BUMN itu dinyatakan sehat kembali dan dikembalikan ke pemegang saham.
Namun, sakit yang sembuh pada Waskita Karya itu kumat kembali, sehingga perlu pertolongan untuk disehatkan.
"Dulu waskita sudah pernah masuk PPA uda selesai di direstrukturisasu, kemudian tahun 2013 sudah diambil lagi dan sekarang waskita keliyengan lagi," ucap dia.
Dalam hal ini, Yadi menganggap PPA adalah sebagai Rumah Sakit rujukan, sedangkan Waskita sebagai pasien.
Kendati begitu, dirinya menyerahkan sepenuhnya nasib waskita ke pemegang saham apakah akan dirujuk ke PPA atau tidak.
"Kalau kita kan RS rujukan terserah, (WSKT) mau diapain pemilik. Apakah Waskita mau di PPA kan atau dirawat sendiri atau dirawat jalan terserah pemilik," pungkas dia.
Baca Juga: Misi Besar Erick Thohir Ubah BUMN Sektor Film jadi "Film Fund"
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan
-
Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat
-
Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun
-
Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026
-
Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg
-
BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia
-
Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak
-
MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000
-
Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan
-
Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah