Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus berinovasi dalam mengembangkan layanan investasi.
Salah satunya adalah melalui fitur Investasi yang tersedia di aplikasi BRImo.
Melalui fitur ini, nasabah BRI kini dapat berinvestasi di pasar modal dengan mudah dan cepat. Nasabah dapat membuka rekening efek dan rekening dana nasabah (RDN) secara online melalui BRImo. Prosesnya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit.
Setelah memiliki rekening efek dan RDN, nasabah dapat mulai berinvestasi di saham, obligasi, atau reksadana.
Untuk berinvestasi saham, nasabah dapat langsung membeli saham yang diinginkan melalui BRImo. Untuk obligasi dan reksadana, nasabah dapat memilih produk yang diinginkan dari daftar produk yang tersedia di BRImo.
Kemudahan berinvestasi di pasar modal melalui BRImo disambut positif oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah nasabah BRI yang berinvestasi di pasar modal melalui BRImo.
Berikut adalah langkah-langkah untuk berinvestasi di pasar modal melalui BRImo:
- Buka aplikasi BRImo dan masuk ke akun Anda.
- Pilih menu "Fitur Lainnya".
- Pilih menu "Investasi".
- Pilih menu "RDN".
- Pilih menu "Buka Rekening Dana Nasabah".
- Isi data diri dan upload dokumen yang diperlukan.
- Lakukan verifikasi identitas.
- Rekening efek dan RDN Anda akan aktif dalam waktu 1-2 hari kerja.
Setelah rekening efek dan RDN aktif, Anda dapat mulai berinvestasi di pasar modal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik