Suara.com - Makanan dan minuman gratis yang dibagikan relawan Ganjar-Mahfud Nusa Tenggara Barat (NTB) diterima oleh para pengemudi ojek online (ojol) di Jl. Sriwijaya, Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, NTB.
Lewat bantuan yang dibagikan oleh Santri Dukung Ganjar (SDG) yang juga bagian dari relawan Ganjar-Mahfud NTB ini, mereka berupaya membantu para pengemudi ojol untuk berhemat karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli makan siang.
"Mereka tidak perlu lagi mengeluarkan budget untuk makan siang mereka," kata Haerul Fahri, relawan Ganjar-Mahfud NTB sekaligus koordinator wilayah SDG NTB ditulis Selasa (16/1/2024).
Haerul menjelaskan, berbagi makanan dan minuman dalam Jumat berkah merupakan salah satu program yang sejatinya rutin mereka lakukan.
"Ini kegiatan yang rutin dari kami, mengikuti jejak Pak Ganjar Pranowo yang sangat dekat dengan rakyat. Mendengarkan rakyat di akar rumput menjadi nilai-nilai yang kita bawa," ucapnya.
Bagi-bagi makanan dan minuman dilakukan usai salat Jumat dan memasuki jam makan siang. Meski hanya sekadar makan siang, menurut Haerul bantuan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para pengemudi ojol di Mataram.
"Harapan kami dengan jumat berkah ini, para ojol tidak hanya mengantarkan makanan untuk pemesannya, tapi kita bisa bisa memberikan manfaat sehingga mereka bisa menikmati makan siang bersama di pangkalan mereka," harap Haerul.
Selain kepada pengemudi ojol, relawan ini juga turut memberikan makanan dan minuman gratis tersebut kepada pengguna jalan lainnya di Mataram.
"Mereka sangat senang dan menyambut baik kedatangan kita di jalan ini. Apalagi di waktu ini mereka mungkin belum makan siang usai salat Jumat," jelasnya.
Baca Juga: Kehabisan Bensin, Bapak-Bapak Terpaksa Dorong Sepeda Motor 3 KM Gegara Tak Punya Uang
Dalam kesempatan tersebut, relawan juga mensosialisasikan visi misi dan berbagai program Ganjar-Mahfud kepada para penerima manfaat.
"Tentu kita sebagai relawan juga memperkenalkan sosok Bapak Ganjar Pranowo yang memiliki kekuatan, bagaimana pola-pola kepemimpinan yang beliau bangun," katanya.
Sementara itu, salah satu pengemudi ojol, Mahrozi mengaku bantuan tersebut cukup bermanfaat baginya untuk menghemat pengeluaran. Menurutnya, makanan gratis bisa memberikan semangat tersendiri baginya.
"Bagus, biar kita semangat kerjanya juga. Enggak perlu kita beli (makanan) di luar lagi, biar hemat. Biar semangat dan fokus. Ke depannya tetap begini, biar kita pengeluarannya sedikit," kata Mahrozi.
"Setiap hari kalau bisa, biar kita pengeluarannya sedikit, enggak bengkak. Pengeluaran yang seharusnya buat beli nasi kita kasih ke keluarga," imbuh pria yang telah menjadi pengemudi ojol selama lima tahun terakhir tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri