- Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi akan membenahi masalah di pasar modal Indonesia secara keseluruhan.
- Reformasi pasar modal meliputi perbaikan emiten, peningkatan literasi investor, dan penegakan hukum tegas.
- Kebijakan lain mencakup peningkatan likuiditas, perluasan peran bank umum, dan penguatan transparansi kepemilikan saham.
Suara.com - Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengurai langkah-langkah yang akan dilakukan lembaganya untuk membereskan dan membersihkan pasar modal Indonesia yang sedang berantakan di akhir pekan kemarin.
Kiki, sapaan akrab Friderica yang dipilih sebagai Pjs Ketua OJK pada Sabtu (31/1/2026 mengatakan pihaknya akan membereskan masalah di PT Bursa Efek Indonesia atau PT BEI secara keseluruhan. Termasuk di dalamnya membenahi kualitas emiten, meningkatkan liquiditas lewat aturan free float yang baru, demutualisasi bursa hingga memberantas praktik goreng saham.
"Mulai dari perbaikan kualitas emiten dan saham yang diperdagangkan, peningkatan literasi dan juga perlindungan kepada investor, terutama investor-investor retail, serta pendekatan hukum yang tegas dan konsisten," kata Kiki saat menggelar dalam konferensi pers yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta Sabtu malam (31/1/2026).
Kemudian, OJK juga akan meningkatkan likuiditas dan pendalaman pasar melalui kebijakan peningkatan minimal free float 15 persen.
"Optimalisasi peran liquidity provider, serta peningkatan peran investor institusional khususnya asuransi dana pensiun yang dimiliki oleh pemerintah melalui peningkatan batas maksimal investasi di instrumen saham dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip kehati-hatian, tata kelola, dan governance," ujar Kiki.
Kemudian Melalui UU P2SK, peran bank umum akan diperluas ke sektor pasar modal. Langkah ini dibarengi dengan kewajiban pengungkapan pemilik manfaat akhir (UBO) dan hubungan afiliasi pemegang saham, serta pengetatan prosedur due diligence dan KYC oleh perusahaan efek guna meningkatkan transparansi.
Terkait dengan adanya aksi goreng saham OJK akan segera melakukan penyelidikan dengan pendekatan hukum untuk memberikan efek jerah.
"Kemudian penguatan pengawasan dan penegakan hukum dengan segera memulai penyelidikan goreng-menggoreng saham atau memanipulasi pasar secara masif... dengan penegakan hukum yang memberikan efek jera, serta penguatan pengawasan market conduct termasuk kepada para financial influencer," tegasnya.
Sementara untuk mencegah konflik kepentingan, OJK akan menjalan dengan sejumlah cara.
Baca Juga: Bursa Saham Terguncang: Indeks Ambruk, Pimpinan Regulator Mundur Massal
"Melalui demutualisasi bursa yang mengubah struktur kelembagaan dan memperluas kepemilikan, serta diikuti reformasi proses dan struktur tata kelola pada self-regulatory organization (SRO), yakni Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia," ujar Friderica.
Tag
Berita Terkait
-
Airlangga: Presiden Prabowo Pastikan Akan Berantas Praktik Goreng Saham
-
OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan di Tengah Transisi Kepemimpinan
-
Danantara Berencana Pegang Saham PT BEI, CORE Ingatkan soal Konflik Kepentingan
-
Karier Friderica Widyasari Dewi: Ketua OJK Baru Punya Jejak di KSEI Hingga BEI
-
Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua OJK Baru dengan Latar Belakang Mentereng
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Tim Koordinasi Hadapi Investigasi Perjanjian Dagang RI-AS
-
Purbaya Salurkan Rp 4,39 Triliun ke Wilayah Terdampak Bencana Banjir Sumatra
-
Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG: Tak Harus Rp 335 Triliun
-
IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas saat Ramadan dan Lebaran
-
Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah, Kini 400 Ribu Unit per Tahun
-
Purbaya Pilih Efisiensi Ketimbang Defisit APBN Naik: Nanti Marah-marah Pemerintah Utang Terus
-
Ini Upaya Pertamina Hadapi Situasi Global dalam Upaya Jaga Ketersediaan Pasokan Energi
-
Ironi Lebaran, Larangan Operasional Truk Justru Buat Buruh Gudang Nganggur
-
Eni Kucurkan Rp 230 Triliun untuk Proyek Gas di Kalimantan Timur
-
Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit