Suara.com - Ramadan merupakan bulan suci yang menjadi momentum yang sangat spesial bagi masyarakat Indonesia untuk berbagi kebaikan kepada sesama. PT Home Credit Indonesia (“Home Credit”), perusahaan pembiayaan yang berfokus kepada kebutuhan konsumen, menggunakan momentum di bulan ini untuk berbagi kepada masyarakat dalam bentuk makanan berbuka puasa dan buku saku literasi keuangan kepada 2.500 penerima manfaat.
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Home Credit menyalurkan makanan tersebut di 35 kota atau kabupaten di Indonesia. Khusus di Jakarta, Home Credit bekerjasama dengan Kito Rato, komunitas penyandang disabilitas asal Tangerang Selatan yang memiliki minat terhadap bisnis kuliner dalam menyalurkan makanan di sejumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan ruas jalan utama.
“Ramadan adalah bulan penuh berkah yang dijalani dengan antusias oleh masyarakat Indonesia. Dalam kesempatan ini, karyawan kami keluar sejenak dari rutinitas sehari-hari di kantor dan menjadi sukarelawan untuk menyalurkan bantuan makanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini mempertegas komitmen kami terhadap aspek sosial di Indonesia yang sejalan dengan implementasi nilai-nilai ESG yang diterapkan oleh perusahaan sejak beroperasi di Indonesia pada 2013.” kata Chief Marketing & Digital Officer Home Credit Sheldon Chuan, Kamis (21/3/2024).
Selain berbagi makanan, Home Credit juga menyalurkan buku saku literasi keuangan kepada masyarakat di bulan Ramadan ini. Buku saku bertajuk “Let’s DoIT Cerdas” ini merupakan rangkuman kelas keuangan yang rutin diselenggarakan oleh Home Credit melalui berbagai saluran seperti media sosial atau kelas-kelas di berbagai tempat seperti universitas dan komunitas.
Dari buku ini, masyarakat dapat mengenal dan belajar mengenai literasi keuangan dasar seperti penganggaran, dana darurat, investasi hingga pengelolaan cicilan. Pada 2023, Home Credit telah menjangkau lebih dari 6 juta orang melalui berbagai program literasi keuangan.
“Saya mengapresiasi komitmen Home Credit untuk terus meningkatkan literasi keuangan di Indonesia melalui berbagai usaha seperti kelas keuangan untuk para mahasiswa dan pelajar di perguruan tinggi dan sekolah, komunitas disabilitas, komunitas perempuan serta pembuatan konten-konten di media sosial, tidak terkecuali menyalurkan buku literasi keuangan kepada masyarakat seperti di Ramadan kali ini. Komitmen Home Credit ini sangatlah penting dalam upaya meningkatkan literasi keuangan di Indonesia yang baru mencapai 49,68% pada 2022, sesuai hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” kata Budi Frensidy, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Selain momentum yang tepat untuk berbagi, Ramadan juga merupakan momen yang paling menarik bagi masyarakat Indonesia untuk berbelanja pada kuartal I/2024. Hasil riset yang dibuat oleh tim Market Research Home Credit menunjukkan bahwa 80% responden menganggap Ramadan adalah momen yang paling menarik untuk belanja, lebih tinggi dibandingkan dengan Imlek (11%), Hari Valentine (5%) dan Pemilu (4%).
Dalam riset yang sama, responden juga mengungkapkan bahwa mereka memiliki sejumlah rencana di bulan Ramadan. Rencana tersebut antara lain berpergian (32%), membuka bisnis baru (31%), membeli pakaian baru (27%), dan membeli sejumlah barang seperti smartphone, gadget, furniture, laptop atau komputer dan sebagainya (22%).
“Di bulan Ramadan ini, Home Credit terus berkomitmen untuk membuka kesempatan-kesempatan baru bagi masyarakat Indonesia melalui penyediaan aneka layanan keuangan berupa pembiayaan barang hingga pembiayaan tunai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mengakses berbagai barang seperti smartphone, gadget, laptop hingga membuka bisnis baru tersebut. Untuk semakin memudahkan masyarakat mengakses pembiayaan smartphone serta tablet, Home Credit memiliki promo menarik berupa bunga 0% dan bebas 1x cicilan," tutup Sheldon.
Baca Juga: KB Bank dan ITB Ahmad Dahlan Beraliansi dengan KBFG Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?