Suara.com - Perkiraan biaya pembangunan rumah Mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Kabupaten Sleman, Yogyakarta diperbincangkan netizen. Maklum saja, rumah di kawasan Padukuhan Tegalsari, Wedomartani, Ngemplak, Sleman itu tampak terlalu sederhana buat pensiunan pejabat daerah yang baru saja maju dalam kontestasi pemilihan presiden tersebut.
Rumah bernuansa tradisional dengan bentuk limasan tersebut memiliki dominasi warna gelap yang diapit kiri kanan areal persawahan menghijau. Rumah yang memiliki desain unik itupun menuai beragam komentar netizen.
Tak sedikit yang menyebut rumah besar itu sebagai rumah sederhana untuk ukuran politisi sekaliber Ganjar Pranowo. "Anggota DPR 10 tahun gubernur 10 tahun terlalu sederhana rumah itu," kata danang.
"Rumah pak Ganjar seperti ini saya pikir wajar saja. Pak Ganjar 10 tahun jadi Gubernur dan 10 tahun di DPR. Banyak pejabat yg baru menjabat rumahnya mewahnya melebihi ini, mobil mewahnya pun banyak. Nggak perlu iri dg rejeki orang, semua sudah ada yg ngatur," tulis sabariati.
Kehadiran rumah yang kemungkinan bakal ditinggali Ganjar Pranowo dan keluarga itu mendapat sambutan positif dari warga. Salah satunya yakni Yani yang rumahnya persis berada di depan rumah baru capres nomor urut tiga tersebut. Sebelumnya warga setempat tak mengetahui rumah baru itu milik Ganjar.
"Dulu enggak tau, pas peletakan batu baru tahu kalau ini punya Pak Ganjar. Kan tanah sini kalau ada info tanah dijual banyak yang nengokin. Terakhir ya Pak Ganjar itu. Tahunya dari bos yang bangun rumah, kalau warga malah gak tahu. Yang tahu terutama dari yang bikin itu. Sekarang warga udah pada tahu," kata Yani, Kamis (15/2/2024) seperti dilansir dari Suara.com.
Biaya Pembangunan Rumah Ganjar Pranowo
Tidak diketahui secara pasti berapa nominal yang digelontorkan Ganjar untuk membangun istana pensiunnya itu. Namun, nilainya bisa kita taksir dari jumlah gaji dan pensiun yang didapatkan Ganjar. Seperti diketahui, sebelum menjabat gubernur, Ganjar juga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI.
Berdasarkan Surat Menteri Keuangan No S-520/MK.02/2016 dan Surat Edaran Setjen DPR RI No KU.00/9414/DPR RI/XII/2010, besaran uang pensiun Anggota DPR RI adalah 60% dari gaji pokok.
Baca Juga: Minta Gibran Didiskualifikasi, Yusril Sebut Gugatan Kubu Anies dan Ganjar Sulit Dikabulkan
Ganjar sendiri merupakan salah satu Anggota DPR RI yang tidak merangkap jabatan sebagai ketua atau wakil ketua, berhak mendapatkan dana pensiun sebesar Rp2,52 juta atau setara dengan 60% gaji pokok Rp4,2 juta per bulan.
Selain itu, pensiunan DPR RI juga berhak mendapatkan Tunjangan Hari Tua (THT) yang dibayarkan sekali sebesar Rp15 juta. Tentu saja angka-angka ini masih berupa perkiraan karena Ganjar menjabat sebagai wakil rakyat selama dua periode.
Sementara itu, uang pensiun kepala daerah juga diatur dalam Pasal 10 Peraturan Pemerintah Nomor 09 Tahun 1980. pokok pensiunan adalah sebesar 1% untuk tiap satu bulan masa jabatan. Paling sedikit adalah 6%, sedangkan paling besar adalah 60% dari dasar pensiun.
Sayangnya tidak ada nominal pasti uang pensiun yang diterima Ganjar, tetapi Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri tahun 2017, Sumarsono, pernah membocorkan yang pensiun Basuki Tjahaja Purnama (BTP) yang tak lebih dari Rp10 juta per bulan. Namun bisa jadi uang pensiun Ganjar akan lebih besar dari Ahok sebab masa jabatannya sebagai Kepala Daerah jauh lebih lama.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Berapa Uang Pensiun yang Diterima Ganjar? Rumah Barunya Disebut Terlalu Sederhana
-
Sindiran Pedas Gibran ke Rival Soal Gugatan Pilpres: Kalah Lagi, Diulang Sampai Menang?
-
Hasto PDIP Beberkan Penyebab Ganjar Gagal Total di Jateng: Kepala Desa Disuap, Kalau Gak Nurut Masuk Penjara
-
Digugat Kubu Anies dan Ganjar di MK, KPU Kantongi Bukti-bukti Hadapi Sidang PHPU
-
Minta Gibran Didiskualifikasi, Yusril Sebut Gugatan Kubu Anies dan Ganjar Sulit Dikabulkan
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026