Suara.com - Sri Agustin, pemilik merek sambel Wanstin dipuji Presiden Jokowi saat menyapa 3.000 nasabah PNM Mekaar di Tangerang Selatan, Senin (19/2/2024).
Merek Wanstin dipuji Jokowi karena kreatifitasnya menggabungkan nama Wawan, suaminya dan nama dirinya menjadi merek sambel yang mudah diingat dengan kemasan yang bagus.
Sri Agustin sosok nasabah Mekaar yang cukup kreatif dan inovatif. Ia membeberkan rahasia mengembangkan usaha sambelnya yang ia kelola sejak tahun 2014.
Mengelola usaha sambel memang membutuhkan kreatifitas dan inovasi karena berhubungan dengan produk pangan yang harga dasarnya rentan berubah seiring permintaan konsumen dan tergantung musim. Saat musim panen cabe tiba harga pokok bisa lebih murah namun saat puasa dan jelang lebaran harga bisa jadi naik.
Sri Agustin sangat paham siklus bisnis sambel dan menyadari bahwa setiap bisnis memiliki siklusnya sendiri. Momentum bisnisnya terjadi tahun 2019 saat ia hampir berhenti dari bisnis sambel karena kehabisan modal. Saat itulah ia menjadi nasabah Mekaar dan menemukan momentum usahanya tumbuh..
Sri membagikan tips bagaimana ia mengembangkan usaha sambelnya. Pertama, mencintai usaha yang dikelola. “Dengan mencintai usaha yang kita kelola maka kita akan semakin tahu kelemahan dan kelebihan usaha kita. Kita akan tahu ritme usaha kita” ujar Sri.
Kedua, mengenenal konsumen lebih dekat. Dengan cara ini ia bisa mengkomunikasikan produk lebih dekat kepada pembelinya, termasuk jika harga bahan baku berubah ia akan sangat gesit untuk memberitahukan perubahan harga jual produk sambel pada konsumen.
Ketiga, ia tegaskan dalam pengelolaan keuangan penting untuk memisahkan uang untuk usaha dengan uang untuk kebutuhan keluarga.
Untuk nasabah Mekaar, ia berikan tips untuk selalu datang setiap minggu pada acara kumpulan. Dengan Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) akan tumbuh ide-ide baru untuk menyempurnakan produk dan memperluas pasar.
“Eksisnya bisnis kita sangat didukung oleh komunitas yang kita bentuk. Ibu-ibu yang tergabung di kelompok Mekaar ternyata dapat meningkatkan penjualan sambel saya. Mereka membeli sambel saya dan malah banyak juga yang bantu jualan sambel jadi reseller. Mereka jadi tambah pendapatannya” ujar Sri.
Sri menyatakan banyak manfaat bergabung menjadi nasabah Mekaar. Ia mendapatkan pembinaan dalam pengembangan produk dan pasar disamping mendapatkan modal kerja. “Saya akui setelah menjadi nasabah Mekaar usaha saya semakin berkembang. ” pungkas Sri.
Berita Terkait
-
Begini Cara Kelola Bisnis Startup Agar Bisa Berkambang dan Raih Modal
-
Dorong Kreativitas Mahasiswa di Industri MICE, Indonesia MICE Youth Challenge Siap Digelar
-
Rahasia Sukses Jalankan Bisnis Sampingan Tanpa Mengganggu Pekerjaan Utama
-
Mengintip Deretan Bisnis Milik Prilly Latuconsina, Sedang Disorot Gegara Rumor Artis P Terlibat Kasus Pencucian Uang
-
Pertamina Paparkan Bisnis Terintegrasi yang Berkelanjutan di Hannover Messe 2024
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara