Suara.com - Pada Rabu (15/5/2024), dalam acara peresmian listrik di Desa Ngancar, Manggarai Barat. Edistasius Endi, Bupati Manggarai Barat menyampaikan apresiasi upaya PT PLN (Persero) menghadirkan listrik hingga ke desa terpencil.
Dikutip kantor berita Antara dari rilis resmi, Bupati Manggarai Barat ini menyatakan masuknya listrik memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat.
Di antaranya meningkatkan kualitas hidup dengan akses terhadap penerangan, peralatan elektronik, dan komunikasi, serta mendukung kegiatan ekonomi produktif, seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selain itu akses terhadap listrik juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan penerangan yang memadai untuk belajar di malam hari.
"Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa semua desa di Kabupaten Manggarai Barat memiliki akses terhadap listrik yang terjangkau dan andal," sambut I Gede Agung Sindu Putra, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
PT PLN (Persero) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur untuk menghadirkan akses listrik ke desa terpencil. General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT menyatakan sebanyak 152 desa dari 169 desa di Kabupaten Manggarai Barat telah dialiri listrik PLN.
Kemudian dari 17 desa yang belum dialiri listrik, ada delapan desa berada dalam proses perluasan jaringan listrik dan sembilan desa direncanakan masuk dalam Roadmap 2025-2026.
I Gede Agung Sindu Putra menambahkan kolaborasi itu bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kemajuan ekonomi di pedesaan.
Ditambahkannya, listrik adalah kebutuhan dasar yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sehingga ia menyadari pentingnya kolaborasi kedua belah pihak.
Baca Juga: PLN-WRI Indonesia Lanjutkan Kolaborasi, Analisa Peluang Implementasi Nilai Ekonomi Karbon
Edistasius Endi, Bupati Manggarai Barat mengimbau, meski pun listrik kini telah mengaliri desa terpencil di NTT, warga hendaknya bijak menggunakan energi ini.
"Orangtua harus menjaga anak-anak agar bijak dalam menonton atau mendapatkan informasi dari media elektronik," demikian pesan Bupati Manggarai Barat.
Berita Terkait
-
Prabowo Targetkan 100 Sekolah Rakyat Baru Tiap Tahun, Jangkauan Diperluas
-
Tak Sempat ke Grand Canyon, Air Terjun Cunca Wulang di NTT Jadi Solusinya
-
Mabar Disiapkan Jadi Wisata Alternatif Selain Labuan Bajo
-
Di COP29 Azerbaijan, PLN Paparkan Berbagai Inisiatif dan Strategi Pembiayaan Transisi Energi
-
CEO Climate Talks: PLN Siap Dukung Pemerintah Capai 75% Energi Terbarukan hingga Tahun 2040
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Bursa Calon Pimpinan OJK Memanas, Pejabat Internal Ramai-Ramai Mendaftarkan Diri!
-
Trump Ancam Naikkan Tarif "Lebih Kejam" Pasca Putusan MA, Pasar Terguncang
-
5 Rekomendasi Emas Selain Antam yang Aman dan Terpercaya
-
Profil PT Indospring Tbk, Ini Sosok Pemiliknya
-
Bulog Segera Bangun Gudang Beras di Arab Saudi
-
OJK Ungkap Kejahatan di BPR Panca Dana: Kredit Fiktif dan Pencairan Deposito Nasabah
-
Diduga Lakukan Penipuan Kripto, Bisnis AMG Pantheon Ditutup Paksa
-
Bantah Dokumen Perjanjian Tarif Resiprokal, Haikal Hasan: Produk Impor AS Wajib Sertifikat Halal
-
Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam