Suara.com - PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa atau MSMB start up agritech dari Sleman, Yogyakarta, baru-baru ini menjadi mitra layanan implementasi teknologi berbasis IoT (Internet of Things) Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk 7 greenhouse di Temanggung, Jawa tengah.
Berlokasi di Desa Bansari, Temanggung, teknologi sistem pintar irigasi dan fertigasi presisi bernama Amerta ini diterapkan untuk green house di 7 kelompok tani diantaranya; Kelompok Tani Bhumi Asih Agro, Kelompok Tani Gemah Ripah, Kelompok Tani Agrosari II, Kelompok Tani Rahayu Makmur, Kelompok Tani Manunggal Jaya, Kelompok Tani Margo Rahayu dan Kelompok Tani Berkah Karya.
Sebagai perusahaan rintisan yang berfokus pada pengembangan berbagai teknologi smart farming berbasis IoT, keberhasilan MSMB untuk implementasi layanan IoT ini diharapkan mampu memberikan dampak besar bagi sektor pertanian dan mempermudah petani dalam melakukan pertanian secara lebih presisi.
Dalam sambutannya pada acara serah terima bantuan layanan IoT untuk sektor pertanian ini, Aju Widya Sari, Direktur Telekomunikasi, Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, menyampaikan bahwa kolaborasi yang terjalin dalam implementasi IoT ini dapat meningkatkan ekonomi melalui pemanfaatan teknologi yang berkembang.
“Kolaborasi ini tentunya bisa menambah peluang usaha baru untuk para penyelenggara komunikasi, tapi juga khususnya di sektor pertanian ini sendiri di para petani dapat meningkatkan efisiensi, meningkatkan kualitas hasil produksi pertanian, juga mungkin nanti kuantitas secara jangka panjang,” tuturnya dikutip Selasa (21/5/2024).
Chief Technology Officer (CTO) MSMB,Didi Widjanarko menjelaskan, implementasi Amerta ini akan membantu petani dalam proses irigasi dan fertigasi secara presisi.
“Amerta, sebagai sistem pintar irigasi dan fertigasi presisi, telah dilengkapi dengan sensor kelembaban dan suhu serta terintegrasi dengan dashboard RiTx Smart Farming. Hal ini memungkinkan Amerta untuk membantu petani mengatur jadwal pengairan dan pemupukan tanaman sesuai kebutuhan dengan lebih efisien,” ujar Didi.
Implementasi teknologi berbasis IoT seperti ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses budidaya pertanian sehingga kesejahteraan petani terus meningkat.
“Dengan adanya bantuan teknologi ini semoga dapat meningkatkan ekonomi, kesejahteraan kelompok tani dan menjadi percontohan bukan hanya di Temanggung tapi juga di Indonesia. Ini tahun pertama, harapannya akan berjalan dengan baik, akan sukses dan tidak berhenti di tahun ini,” harap Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam sambutannya yang diwakilkan oleh Sri Haryati, selaku Koordinator Tanaman Buah Sepanjang Tahun dan Semusim yang juga hadir dalam acara serah terima bantuan ini.
Baca Juga: Biduan Nayunda Raup Rp51 Juta 2 Kali Masuk Kerja, Petani Banting Tulang Cuma Dapat Segini
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%
-
Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z
-
Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar
-
Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN
-
Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut
-
Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan
-
Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya
-
Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan