Suara.com - Elon Musk, miliarder dan entrepreneur multi-sektor, mulai Electric Vehicle (EV), layanan jasa antariksa roket dan telekomunikasi sampai teknologi, adalah sosok yang peduli tentang keberlangsungan hidup umat manusia.
"Jadi bapak dan diam-diam saja itu salah. Semua teman dan keluarga kami tahu, berapa jumlah total anak saya. Bila media gagal tahu dan tidak memberitakan sehingga saat diketahui jumlah sebenarnya terasa aneh atau banyak, ya itu bukan berarti saya merahasiakan," ungkap Elon Musk soal jumlah anak yang ia miliki.
Sebagaimana dikutip dari Business Insider, Elon Musk telah konfirmasi bahwa ia memiliki anak ketiga dengan Shivon Zilis. Perempuan ini adalah salah satu eksekutif Neuralink–sebuah perusahaan teknologi milik Elon Musk.
Bisa dicatat bahwa Elon Musk bukanlah satu-satunya maestro teknologi yang ingin bereproduksi sebagai cara untuk menyelamatkan umat manusia.
Ideologi terus bereproduksi ini mendapat perhatian dari beberapa tokoh berpengaruh–termasuk Elon Musk–yang percaya bahwa mereka dapat mengatasi risiko penurunan angka kelahiran. Caranya dengan menghasilkan keturunan yang unggul secara genetik.
Dan bisa digarisbawahi pula, dengan kondisi ekonomi Elon Musk yang jauh melesat di atas rata-rata, sudah pasti berapa pun jumlah anak yang ada, mereka akan dimampukan secara finansial. Juga pendidikan, dan terpenting jaminan masa depan.
Sejak bertahun lalu, Elon Musk berbicara secara terbuka tentang pandangannya mengenai risiko penurunan angka kelahiran. Menurutnya, masalah ini adalah ancaman terbesar bagi peradaban manusia.
Karena itu, selain ia sendiri punya banyak anak, Elon Musk juga mendorong teman-temannya agar memiliki lebih banyak anak.
Sejauh ini, media belum jelas mengetahui berapa jumlah total anak Elon Musk. Akan tetapi, ada 12 anak yang diketahui publik. Yaitu enam anak dengan istri pertamanya, penulis Justine Wilson (satu meninggal saat bayi), tiga anak dengan musisi Grimes, serta tiga anak bersama Shivon Zilis.
Baca Juga: Rp 3 M, Nilai Kontrak Pengelola Plaza Gamalama: Dukung Pengembangan UMKM Ternate
Shivon Zilis atau lengkapnya Shivon Alice Zilis adalah perempuan kelahiran Markham, Ontario, Kanada, 8 Februari 1986. Latar belakang akademis Bachelor of Arts (BA) Yale University.
Karier pertama di IBM, New York, Amerika Serikat dengan tugas mengembangkan teknologi finansial di negara-negara berkembang. Antara lain untuk Indonesia serta Peru.
Namanya masuk dalam daftar mentereng Forbes 30 Under 30 pada 2015 untuk pemodal ventura. Kemudian kurun 2017-2019 menjadi direktur proyek Tesla sektor produk autopilot dan tim desain chip.
Selanjutnya menjadi direktur operasi dan proyek khusus Neuralink. Dan jumpa Elon Musk pertama kali dalam kerja non-profit OpenAI.
Keduanya memiliki anak kembar lewat pembuahan In Vitro Fertilization (IVF).
Dalam sebuah cuitan di X (atau dahulu disebut Twitter), dengan lahirnya anak ketiga bersama pasangannya itu, Elon Musk menyatakan, "melakukan yang terbaik untuk membantu krisis kekurangan populasi".
Sebelum kelahiran anak ketiga dengan Shivon Zilis, keduanya telah menjadi orangtua sepasang anak kembar pada 2021. Hal ini diketahui dari sebuah dokumen pengadilan yang menunjukkan Elon Musk mengajukan permohonan untuk penambahan nama si kembar--Strider dan Azure--sehingga memiliki surname Musk, serta nama tengah Zilis yang diambil dari surname pasangannya itu.
Berita tentang Shivon Zilis melahirkan bayi ketiga dengan Elon Musk ini muncul beberapa minggu setelah The Wall Street Journal mengunggah Elon Musk memiliki "hubungan yang mengaburkan batasan" dengan salah satu karyawati di perusahaan SpaceX.
Disebutkan bahwa mantan karyawati SpaceX tadi menyatakan bahwa Elon Musk memintanya agar punya anak lebih dari satu. Karena menyatakan tidak mau, maka pegawai ini tidak menerima kenaikan gaji. Ia memilih keluar perusahaan dengan paket pesangon senilai lebih dari 1 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Berita Terkait
-
Xiaomi Ekspansi Bikin Mobil Jenis Baru, Usung Nama "Pengembara Langit"
-
Tesla Ngebut Seruduk Rumah, Nenek 76 Tahun Tewas
-
Kekayaan Elon Musk Saingi Bitcoin Usai IPO SpaceX, Jauh Lampaui Pengusaha Teknologi Lain
-
IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN
-
Nasib Sial Tesla Cybertruck Gagal Uji Fitur Wade Mode Hingga Berakhir di Tangan Petugas
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
BRI Taipei Perluas Akses Layanan Perbankan Bagi WNI dan Pekerja Migran Indonesia
-
Presiden Prabowo Keliru Klaim Indonesia Baru Akan Punya Motor Listrik Nasional
-
BRI Taipei Optimalkan Layanan Perbankan Bagi Pekerja Migran dan Diaspora
-
Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Kraton
-
BRI Taipei Gandeng KDEI Tingkatkan Literasi Keuangan Pekerja Migran
-
Ulasan Cek Khodam: Saat Tren Viral Berubah Jadi Komedi Horor yang Segar!
-
BRI Taipei dan KDEI Perkuat Edukasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia
-
Monitor Lenovo Yoga Pro 27UD-10 Hadir, Satukan Kamera 4K, Audio Studio, dan QD-OLED dalam Satu Layar
-
BRI Taipei Perkuat Komitmen Inklusi Keuangan Bagi WNI di Taiwan
-
Momen Slavko Vincic Menangis Haru usai Terpilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026