Suara.com - Para konsumen pengguna jalan tol ruas Transjawa, di akhir pekan ini sampai minggu depan berlangsung pekerjaan rekonstruksi ruas yang mungkin akan membuat perjalanan tidak berlangsung seperti biasa. Untuk itu PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat adanya pekerjaan itu.
Dikutip kantor berita Antara dari rilis resmi, PT JTT telah menyiapkan prosedur mitigasi, di antaranya pengalihan arus lalu-lintas yang terdampak sebelum area kerja, mempersempit area kerja, hingga persiapan skema lawan arah apabila kondisi lalu-lintas kendaraan padat.
Selain itu, juga mengimbau pengguna jalan agar mengantisipasi perjalanan dengan memastikan kendaraan dalam keadaan prima, saldo uang elektronik cukup, serta mengisi bahan bakar sebelum memulai perjalanan.
"Kami berkoordinasi dengan Kepolisian Patroli Jalan Raya dan PT Jasamarga Tollroad Operator dalam hal pengaturan lalu-lintas," papar Amri Sanusi, Senior Manager Representative Office 1 PT JTT di Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (29/6/2024).
Selain itu, juga melakukan sosialisasi rencana pekerjaan. Caranya memasang media luar ruang berupa spanduk imbauan pekerjaan. Kemudian Dynamic Message Sign di kedua arah ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek agar informasi diterima dengan baik oleh pengguna jalan.
Ada pun langkah PT Jasamarga Transjawa Tol melakukan rekonstruksi bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna sekaligus upaya pemenuhan standar pelayanan minimal Badan Usaha Jalan Tol (BUTJ).
"Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta mau pun arah Cikampek masih beroperasi secara normal selama proses pekerjaan berlangsung," lanjut Amri Sanusi.
Ada pun lokasi pekerjaan rekonstruksi berlangsung di tiga titik, yaitu:
- titik pertama dilakukan di akses masuk Gerbang Tol Karawang Barat mulai Jumat (28/6/2024) pukul 20.00 WIB sampai dengan Senin (1/7/2024) pukul 06.00 WIB.
- titik kedua dilakukan di Kilometer (Km) 27+800 sampai Km 27+997 di lajur 1 arah Cikampek mulai Sabtu (29/6/2024) pukul 12.00 WIB hingga Kamis (4/7/2024) pukul 08.00 WIB.
- titik ketiga dilakukan di Km 36+353 sampai Km 36+ 288 di lajur 1 dan lajur 2 arah Jakarta mulai Senin (1/7/2024) pukul 08.00 WIB hingga Minggu (7/7/2024) Pukul 12.00 WIB.
Bagi para konsumen pengguna ruas tol ini, silakan mencermati lokasi titik rekonstruksi dan bersiap akan kemungkinan perlambatan atau pengalihan arus lalu-lintas.
Baca Juga: Selamat Ulang Tahun Elon Musk: Usia 12 Tahun Sudah Mulai Bisnis Perdana
"Selalu berhati-hati dan menaati rambu-rambu terutama di sekitar lokasi pekerjaan. Informasi lalu lintas jalan tol Jasa Marga Group dapat diakses melalui One Call Center 24 jam di nomor 14080 dan aplikasi Travoy 4.3 untuk pengguna iOS dan Android," pungkas Amri Sanusi.
Berita Terkait
-
Produser Delon Tio Tegur Pemilik Usaha Usai Rekaman CCTV Lisa BLACKPINK di Indonesia Tersebar
-
Lisa BLACKPINK Syuting di Kemang, Warga Tak Ada yang Sadar
-
Dilema Restoran Cashless Only: Hak Konsumen vs Modernisasi
-
Daftar Lokasi Penukaran Uang Baru Emisi 2026
-
Jaga Stok Pangan, Ketua FKBI Minta Warga Konsumsi Kebutuhan Pokok Sewajarnya Selama Ramadan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Emas Antam Tiba-tiba Anjlok Tajam, Tapi Masih Dibanderol Rp 3 Juta/Gram
-
Petani Terancam, Wacana Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Bisa Ganggu Serapan Hasil Panen
-
Cetak Laba Rp68,11 Miliar, Emiten CASH Fokus di Sistem Pembayaran Digital
-
Rupiah Masih Belum Punya Tenaga, Dolar AS Masih di Level Rp16.839
-
Produsen Mie Sedaap PHK Massal Jelang Lebaran 2026 Demi Hindari Bayar THR
-
IHSG Bangkit dari Koreksi, Kembali ke Level 8.300
-
McDonald's RI Mulai Ekspansif Lagi
-
Impor Pikap India Lebih Murah, Agrinas Klaim Efisiensi Rp 46,5 Triliun
-
Duo Emiten 'BUMI' Masuk Daftar Saham Paling Banyak Dibeli dan Dijual Asing
-
Gaduh Perjanjian Dagang RI-AS, Prof Harris: Jaga Kedaulatan Jangan Pakai Emosi Sesaat!