Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir membranding kembali Yayasan BUMN, sebagai sarana kegiatan sosial hingga pemberdayaan di lingkungan perusahaan pelat merah.
Erick pun menunjuk banyak aktivis dan pakar-pakar di segala bidang untuk mengisi jajaran pengurus Yayasan BUMN. Namun, terdapat satu nama yang menarik perhatian dalam pengurus Yayasan tersebut, yaitu Prilly Latuconsina, di mana seorang artis.
Tak hanya sebagai artis, Prilly Latuconsina merupakan Co-Founder Generasi Peduli Bumi dan Founder dan CMO Sinemaku.
Dalam peluncuran itu, Erick Thohir bercerita, dirinya bersama Prilly sedah sejak lama berteman. Bahkan, keduanya sempat beberapa kali berbincang lewat telpon untuk membahas sepak bola.
Untuk diketahui, Prilly sempat memiliki klub sepak bola Indonesia yaitu Persikota.
"Prlily saya tau karena dulu nelponnya bola, tapi ketika saya jadi ketua pssi ternyata dirinya tidak ada dibola," ujarnya yang dikutip Minggu (7/7/2024).
"Tadi saya tanya, Pril ke mana? bantu FFI itu saya bilang bagus, itu masa depan film Indonesia, Prily Latuconsina, artis yang viral dan film-nya selalu ditonton," sambung Erick.
Ketua Umum PSSI ini bilang, penunjukkan Prilly ini sebagai mentor dan pendampingan bagi anak muda dalam kegiatan sosial.
"Karena tentu ya mereka perlu pendampingan, sehingga mereka bisa melakukan sebuah percepatan. Akan tetapi, juga melihat wawasan bagaimana yang lebih besar yang bisa mereka juga menjadi tidak justru terjerembab membingungkan tetapi 'oh ini directionnya' bwlajar dari apa? Dari figur-figur yang pernah jatuh bangun," kata Erick.
Baca Juga: Erick Thohir Tunjuk Prilly Latuconsina Pengurus Yayasan BUMN
Ketua Umum PSSI ini menambahkan, sebenarnya Yayasan BUMN ini sudah terbentuk selama masa pandemi untuk membantu vaksinasi hingga membangun dapur umum. Namun, dalam peluncuran kembali, Yayasan BUMN akan berperan untuk memberikan mentor yang baik ke anak muda hingga melestarikan alam.
"Masa lalu covidnya sudah, sekarang masa depan. Apa sih isu masa depan? Kalau kita lihat ya Salah satunya hijau, alamJangan sampai kita menjadi negara maju tapi alam kita rusak. Banyak sekali makanan tersisa, banyak sekali pemborosan yang terjadi, yang akhirnya revovery kepada alam kita sendiri telat. Sampah plastik di mana-mana," imbuh Erick.
Untuk diketahui, nama-nama aktivis lainnya yang mengisi jajaran pengurus Yayasan BUMN seperti Agus P Sasmito, Prilly Latuconsina, Vikra Ijas, Nacitta Kanyandara, Desti Alkano, Taufiq W Triambodo, dan Mesty Ariotedjo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS
-
Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek
-
Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
-
Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya
-
Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran
-
Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?
-
Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?
-
Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional