- IHSG melemah sebesar 0,08 persen ke level 7.168 pada penutupan sesi pertama perdagangan hari Jumat, 8 Mei 2026.
- Pelemahan dipicu oleh konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkatkan ketidakpastian di pasar regional Asia.
- Sentimen investor dalam negeri turut tertekan oleh data penurunan cadangan devisa serta antisipasi rilis data ekonomi nasional.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpeselet jatuh pada sesi pertama, Jumat 8 Mei 2026. IHSG terkoreksi 5,85 poin atau turun 0,08 persen ke level 7.168 pada penutupan sesi I.
Mengutip riset Pilarmas Investindo Sekuritas, pelemahan IHSG di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap memanasnya kembali konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Pelemahan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa regional Asia yang bergerak di zona merah akibat meningkatnya tensi di kawasan Selat Hormuz.
"Tiga kapal perusak Angkatan Laut AS yang melintasi jalur strategis tersebut dilaporkan berhasil mencegat serangan Iran dan melakukan serangan balasan, meskipun Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata masih tetap berlaku," tulis Pilarmas dalam riset hariannya.
Pasar juga mencermati agenda pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada 14-15 Mei mendatang.
Meski Gedung Putih dikabarkan tetap melanjutkan persiapan kunjungan tersebut, sejumlah pejabat China disebut khawatir pembicaraan berlangsung sebelum konflik AS-Iran benar-benar mereda.
Dari dalam negeri, sentimen investor juga dibayangi sikap hati-hati setelah data cadangan devisa April menunjukkan penurunan seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang masih berlanjut.
Selain itu, pelaku pasar juga menanti sejumlah data ekonomi dari Bank Indonesia pada pekan depan, termasuk data kepercayaan konsumen dan penjualan ritel periode April 2026.
Untuk rekomendasi saham, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan buy pada saham BBCA dengan area support di level 6.225 dan resistance di level 6.650.
Baca Juga: Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan sesi I, sebanyak 22,43 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,78 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,41 juta kali.
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 253 saham bergerak naik, sedangkan 421 saham mengalami penurunan, dan 285 saham tidak mengalami pergerakan.
Pada perdagangan sesi pertama hari ini, saham-saham yang mencatat kenaikan terbesar di antaranya MEDS, MORA, HALO, KAEF, dan KRYA.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan terbesar yakni ESIP, NIKL, NATO, ASPR, dan SHIP.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN
-
Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung
-
Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik
-
59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum
-
Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
-
Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi
-
Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun