Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi mengangkat Andi Arief sebagai Komisaris Independen PT PLN (Persero). Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-220/MBU/07/2024 tanggal 22 Juli 2024.
Andi Arief, yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, menggantikan posisi Daryatmo Tjitroatmodjo yang mengundurkan diri.
Selain Andi Arief, PLN menunjuk komisaris utama (Komut) baru atas nama Burhanuddin Abdullah. Dia adalah mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang juga Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming pada Pilpres 2024.
Politikus Partai Demokrat, Syahrial Nasution, menceritakan momen pengangkatan keduanya sebagai pengurus perseroan tersebut.
Iya. Betul. Diangkat menjadi salah satu Komisaris selain Komutnya Pak Burhanuddin Abdullah yang menggantikan Agus Martowardojo," ujar Syahrial.
"Iya. PLN," imbuh dia.
Profil Andi Arief
Andi Arief, nama yang tak asing lagi di dunia politik Indonesia. Sosoknya dikenal sebagai aktivis, politisi, dan kini menjabat sebagai Komisaris Independen PT PLN (Persero).
Lahir di Kupang, 20 November 1970, Andi Arief memulai kiprahnya sebagai aktivis di era Orde Baru. Ia aktif di Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) yang berafiliasi dengan Partai Rakyat Demokratik (PRD). Di masa itu, ia vokal menentang rezim Soeharto yang dianggap otoriter dan korup.
Baca Juga: Mengenal Sosok Ella Emhoff Putri Tiri Kamala Harris, Punya Pengaruh Besar Untuk Pencalonan Presiden
Perjuangan Andi Arief berlanjut di era Reformasi. Ia menjadi salah satu pendiri Partai Demokrat dan dekat dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketika SBY menjadi Presiden, Andi pernah menjabat sebagai Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam dari tahun 2009 hingga 2014.
Karier politik Andi Arief tak selalu mulus. Ia pernah tersandung berbagai kasus, termasuk kasus tweet kontroversial yang berujung pemecatan dari jabatannya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.
Namun, Andi Arief tetaplah sosok yang berpengaruh di dunia politik Indonesia. Ia dikenal sebagai politisi yang cerdas, lugas, dan berani. Kemampuannya dalam berorasi dan merajut komunikasi membuatnya disegani lawan maupun kawan.
Pada Juli 2024, Andi Arief kembali dipercaya untuk menduduki jabatan penting, yaitu Komisaris Independen PT PLN (Persero).
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
RI Boncos! Ini Alasan AS Tetapkan Tarif 104 Persen Produk Panel Surya Indonesia
-
Optimalkan Jualan Online, UMKM Kue Kering Alami Lonjakan Pesanan hingga 100% Jelang Lebaran
-
Harga Emas 27 Februari 2026 di Pegadaian Stabil, Saatnya Beli?
-
Dividen TLKM Bakal Lebih Besar dari Tahun Lalu, Kapan Cair?
-
Joseph Oetomo: Sosok di Balik PT Toba Pulp Lestari, Berapa Porsi Sahamnya?
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%