Suara.com - Reshuffle kabinet di penghujung pemerintahan Presiden Joko Widodo dilakukan pada hari ini, 19 Agustus 2024. nama Rosan Roeslani muncul dan dilantik menjadi Menteri Investasi menggantikan Bahlil Lahadalia. Tidak sedikit yang ternyata penasaran pada daftar perusahaan milik Rosan Roeslani, lantaran dirinya dikenal sebagai salah satu pengusaha besar di tanah air.
Namanya sendiri pernah tercatat sebagai salah seorang Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat pada 2021 lalu. Kemudian dirinya juga diangkat sebagai Wakil Menteri BUMN pada 2023, namun kemudian mundur setelah tiga bulan menjabat untuk fokus menjadi Ketua Tim Pemenangan Nasional.
Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Rosan Roeslani memiliki total kekayaan sebesar Rp 860.715.364.555 (sekitar 860 miliar rupiah). Rosan sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat dari 2021 hingga 2023. Pada Juli 2023, ia diangkat sebagai Wakil Menteri BUMN.
Berdasarkan informasi dari situs LHKPN yang diperoleh pada Senin (8/8/2024), Rosan melaporkan kekayaannya pada 31 Juli 2023 dalam kapasitasnya sebagai Wakil Menteri BUMN.
Perusahaan yang Dimiliki Rosan Roeslani
Ia memiliki beberapa bisnis yang skalanya cukup besar. Rosan, bersama Sandiaga Uno, bersama merintis perusahaan penasihat keuangan sejak tahun 1997 lalu dengan nama PT Republik Indonesia Funding atau kini dikenal dengan nama Recapital Group.
Perusahaan ini kemudian menaungi beberapa bisnis lain, seperti Recapital Sekuritas, Recapital Asset Management, Global Sarana Lintas Artha, Recapital Life Insurance, Recapital General Insurance, dan Bank Pundi. Meski tak semua bisnisnya bertahan dan berkembang, setidaknya namanya tercatat sebagai orang di balik bisnis-bisnis tersebut.
Nama Rosan juga tercatat sebagai salah satu orang dengan porsi ‘kekuasaan’ besar pada PT Berau Coal Energy Tbk., yang secara resmi harus delisting dari BEI tahun 2017 lalu dan menjadi perusahaan tertutup.
Ia juga pernah menduduki posisi Presiden Komisaris dan Komisaris Independen PT Bumi Resources Tbk pada tahun 2020 lalu.
Baca Juga: Gantikan Bahlil, Begini Kata Rosan Roeslani Jelang Dilantik Jokowi jadi Menteri Investasi
Melalui bisnisnya di Recapital Advisors, ia juga mengelola banyak perusahaan lintas sektoral lain, seperti Global Sarana Lintas Artha, Palapa Nusantara Berdikari, Rumah Sakit Gandaria, Siloam International Hospital, Grand Kemang Hotel, Mesastila Resort and Spa, The Edge Villa, The Hill Resort, DC United, Mahaka Media, Lativi Media Karya (kini TV One), Visi Media Asia, Alberta Media, Mitra Global Telekomunikasi Indonesia, Kencana Surya Perkasa, dan Capital Petroline.
Melihat gurita bisnis yang dimilikinya, tak heran jika Rosan dikenal sebagai pengusaha ulung dan memiliki kapabilitas besar di sektor ini. Maka mungkin hal inilah yang menjadi pertimbangan Presiden Joko Widodo dalam memberikannya jabatan penting seperti Menteri Investasi untuk menggantikan menteri sebelumnya.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik