Suara.com - Komunitas Malu Dong, bekerja sama dengan Sampoerna Retail Community di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia” dan organisasi lainnya, menggelar kegiatan bersih-bersih pantai di di Muntig Siokan, Sanur, Denpasar.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan program Cinta Bumi: Kelola Sampah untuk Kurangi Jejak Lingkungan yang bertema “Kegiatan Bersih-bersih dan Pengelolaan Sampah Untuk Denpasar Lebih Nyaman”.
Tak hanya bersih-bersih, Komunitas Malu Dong Bersama mitranya juga menyerahkan bantuan berupa 50 teba modern kepada Masyarakat sekitar, serta memasang spanduk “Bijak Pilah Sampah dengan Baik” di 496 titik di Kota Denpasar. Ada pula kegiatan workshop pemilahan dan pengolahan sampah yang diikuti sekitar 50 pelaku UMKM.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara yang turut ikut pada kegiatan bersih-bersih tersebut, menyampaikan apresiasinya kepada Komunitas Malu Dong dan SRC yang membantu mengatasi permasalahan sampah melalui gerakan #SayaAjaBisa.
Gerakan #SayaAjaBisa, yang telah dimulai sejak 2018, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan kepada masyarakat luas. Hal ini dilakukan melalui berbagai hal, termasuk edukasi mengenai kebiasaan untuk membuang sampah pada tempatnya. Hingga kini, sekitar 5.000 orang, termasuk relawan, telah berpartisipasi dalam gerakan ini.
“Kami benar-benar berterima kasih atas dukungan ini. Semoga kegiatan melalui #SayaAjaBisa dapat memotivasi masyarakat untuk menjaga lingkungan,” ucap Jaya Negara.
Sementara itu, Dewa Agung Wahyu selaku perwakilan dari Komunitas Malu Dong berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan lingkungan.
“Kegiatan ini adalah program untuk bersama-sama mengelola sampah yang telah kita hasilkan. Harapan dari kegiatan ini semangat atau niat untuk Denpasar yang lebih nyaman tidak hanya usai di hari ini saja akan terus dilanjutkan dihari-hari berikutnya,” pungkas, Wahyu.
Sementara itu, Arief Triastika selaku perwakilan dari Sampoerna Untuk Indonesia, mengatakan inisiatif program ini merupakan buah kolaborasi antara Komunitas Malu Dong dengan SRC.
Baca Juga: Pertamina Trans Kontinental Kumpulkan 28 Ton Sampah Lewat Aksi Coastal Clean Up
“Kegiatan ini menekankan pada upaya bersama untuk meningkatkan kepedulian akan kelestarian lingkungan serta menguatkan keterlibatan pemerintah, masyarakat dan komunitas untuk bersama-sama memelihara lingkungan sekitar,” jelas, Arief.
Lebih lanjutnya, Arief mengatakan bahwa SRC juga aktif menggelar dan mendukung berbagai kegiatan seperti edukasi mengenai kebiasaan untuk membuang sampah pada tempatnya.
“Pada kegiatan bersih-bersih hari ini kami juga melanjutkan dukungan untuk pemasangan 50 Teba Modern yang menjadi ciri khas sistem pengelolaan sampah rumah tangga di Provinsi Bali kepada Desa Sanur Kauh dan Desa Sanur Kaja,” imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Video Ledakan Tambang Antam di Bogor Ternyata Hoaks
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Bos Danantara Pamer Hasil Transformasi Total BUMN, Valuasi TLKM Naik Jadi Rp 115 T
-
Akhirnya IHSG Tembus Level 9.000, Apa Pemicunya?
-
PLTP Lumut Balai Unit 3 Dieksekusi, Mulai Beroperasi pada 2030
-
IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025
-
Rupiah Bangkit ke Rp16.865 Per Dolar AS, Putus Tren Pelemahan Berturut-turut
-
Ancaman Krisis Iklim, Menko Airlangga Ungkap Produksi Padi Sempat Anjlok 4 Juta Ton
-
Mengapa Proyek Monorel Jakarta Gagal Terbangun?
-
KLH Akan Gugat Perdata 6 Perusahaan Terkait Banjir Sumatera, Kejar Ganti Rugi Triliunan Rupiah