Suara.com - Sebanyak 60 kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapatkan kesempatan untuk hadir di ajang balap motor internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024. Kelompok Usaha tersebut tergabung dalam Rumah BUMN Lombok Timur yang merupakan mitra binaan Pertamina.
Nantinya mitra binaan tersebut akan menyediakan souvenir serta produk makanan dan minuman bagi para pengunjung di kawasan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.
Salah satunya, D'etnick Istana Mutiara Lombok yang menjajakan souvenir yang menjadi incaran wisatawan. Janual Aidi, sang pemilik mengatakan bahwa ini merupakan tahun kedua ia berpartisipasi dalam kegiatan ini.
"Tahun lalu kami mendapatkan sekitar Rp 200 juta dalam tiga hari kegiatan berlangsung. Tak hanya itu, kami mendapatkan jaringan usaha yang luas dari beberapa pengunjung mancanegara yang hadir," ungkap Janual di Rumah BUMN Lombok Timur, ditulis Kamis (26/9/2024).
Baginya, kesempatan yang diberikan Pertamina merupakan berkah untuk keberlangsungan usaha yang dimilikinya.
"Saya berharap gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024 menjadikan kami pengusaha yang tangguh dan memiliki jaringan yang lebih luas lagi," ujarnya.
D’etnick Istana Mutiara Lombok adalah UMKM yang bergerak di bidang kriya dengan produk utama adalah perhiasan dari Mutiara yang di ikat dengan logam perak, emas, dan rhodium, serta produk turunan yang berasal dari kerang mutiara.
Mengusung tagline “Etnic, Elegant, Luxe, Modern Jewellery”, produk yang dihasilkan D'Etnic merupakan buatan tangan (handmade) dari pengrajin lokal Lombok yang memanfaatkan bahan baku produk unggulan Lombok yaitu mutiara air laut (south sea pearls).
Perhiasan yang dihasilkan oleh D’etnick mengedepankan desain etnik yang membawa cerita lokal. Tidak hanya itu, pemanfaatan serbuk kulit kerang limbah kerajinan sebagai bahan kosmetik juga sudah dilakukan oleh UMKM D’etnick Istana Mutiara Lombok.
Baca Juga: Modal Nekat dan Dukungan BRI, Dyah Sulap Resep Warisan Nenek Jadi Omzet Puluhan Juta!
Begitupun dengan pemilik usaha Kelapa Idea, Admiatun Suwendatanti, mengungkapkan bahwa kesempatan yang diberikan oleh Pertamina membawa usahanya kian meningkat.
"Dampaknya sangat signifikan. Pertama, kami mendapatkan income yang sangat baik dari seperti biasanya. Kedua, keuntungan branding yang dapat memperkenalkan produk secara cuma-cuma, baik kepada wisatawan lokal maupun asing. Ketiga, bisa memberikan dampak kepada orang sekeliling kita," jelas Admiatun.
Bergabungnya Kelapa Idea menjadi mitra binaan Pertamina sudah mengantarkan produknya hingga menembus pasar luar negeri, seperti Korea Selatan dan Malaysia.
"Pada 2022, kami bergabung dengan Pertamina dan mulai banyak mengikuti pameran. Sejak itulah mulai banyak dikenal dan mendapatkan pasar luar negeri, berbagi informasi untuk membuka jaringan dengan mitra binaan lain," tutur Admiatun.
Kelapa Idea didirikan untuk mengatasi masalah lingkungan yang ada di Desa Pohgading, yakni banyaknya limbah turunan kelapa yang tidak terkelola dan minimnya keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan baku.
Kelapa Idea lahir untuk mengatasi permasalahan limbah tersebut, mengolah limbah turunan kelapa menjadi beragam kerajinan bernilai tambah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar
-
5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I
-
IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik
-
Rupiah Makin Jeblok ke Rp 17.660, Purbaya Tuding Gegara Ada Sentimen 1998
-
Penyebab IHSG Ambles 3,76% pada Sesi I Hari Ini
-
Saham BCA Punya Harapan, Segini Target Harga Hari Ini
-
Ucapan Prabowo Cukup Buat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Hari Ini
-
Rupiah Tembus Rp17.658, Pengamat Soroti Pernyataan Prabowo
-
Ambisi Raksasa PSEL Danantara: Target IPO 2028 di Tengah Penundaan dan Penolakan Keras Daerah
-
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.649 Triliun di Bulan Mei