Suara.com - Timnas Indonesia akan melawan Timnas Bahrain dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Putran Ketiga. Pertemuan keduanya sangat dinantikan oleh pecinta sepak bola tanah air, terbukti dengan tingginya aktivitas bertagar #TimnasDay pada hari ini, Kamis (10/10/2024).
Pertandingan Timnas Indonesia dengan Bahrain digelar hari ini di Bahrain National Stadium, sekitar pukul 21.30 WIB dan disiarkan langsung di RCTI. Kemenangan Indonesia tentu memupuk harapan Timnas Indonesia untuk pertama kalinya bermain di Piala Dunia pasca merdeka.
Namun, terlepas dari persaingan kedua negara di Piala Dunia. Kekuatan ekonomi kedua negara juga cukup menarik untuk disimak.
Ekonomi Indonesia vs Bahrain
Perbandingan antara kekuatan ekonomi Indonesia dan Bahrain menunjukkan adanya kontras yang cukup mencolok. Meskipun Indonesia memiliki skala ekonomi yang jauh lebih besar dari segi Produk Domestik Bruto (PDB), Bahrain justru unggul dalam hal pendapatan per kapita, yang mencerminkan standar hidup yang lebih tinggi di negara Teluk tersebut.
PDB Indonesia dan Bahrain: Perbedaan Skala Ekonomi
Indonesia, dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, mencatatkan PDB sekitar US$1.39 triliun pada tahun 2023 (Trading Economics).
Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan G20. Ekonomi Indonesia ditopang oleh sektor pertanian, manufaktur, dan jasa, dengan pertumbuhan PDB tahunan yang stabil di sekitar 5%. Meskipun besar, ekonomi Indonesia menghadapi tantangan seperti distribusi kekayaan yang tidak merata dan infrastruktur rentan.
Di sisi lain, Bahrain, meskipun berukuran kecil dan hanya memiliki populasi sekitar 1,5 juta jiwa, mencatatkan PDB sebesar US$41 miliar (Data Bank Dunia, 2023).
Baca Juga: BFI Finance Bidik Pembiayaan Mesin di Pameran AllPrint
Sebagai negara yang sangat bergantung pada sektor minyak dan gas, ekonomi Bahrain terpengaruh oleh fluktuasi harga minyak global. Meskipun begitu, Bahrain tetap berusaha melakukan diversifikasi ekonomi dengan mengembangkan sektor keuangan, pariwisata, dan industri lain yang berorientasi pada teknologi.
Pendapatan Per Kapita: Kesenjangan Kesejahteraan
Pendapatan per kapita adalah salah satu indikator penting dalam mengukur kesejahteraan suatu negara. Di sini, Bahrain unggul jauh dibandingkan Indonesia. Pendapatan per kapita Bahrain pada tahun 2023 tercatat sekitar US$28.955, mencerminkan tingkat kesejahteraan yang tinggi di negara tersebut, meskipun populasinya jauh lebih kecil. Kesejahteraan tinggi ini dapat dicapai berkat sumber daya minyak yang besar dan kebijakan sosial yang memberikan akses pendidikan dan kesehatan yang memadai bagi warganya.
Sebaliknya, Indonesia mencatat pendapatan per kapita sekitar US$4.247 pada 2023 lalu. Meskipun telah ada perbaikan dalam beberapa tahun terakhir, angka ini masih menempatkan Indonesia dalam kategori negara berkembang, di mana tantangan pemerataan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan masih menjadi fokus utama. Perbedaan signifikan ini menunjukkan bagaimana meskipun Indonesia memiliki PDB yang jauh lebih besar, standar hidup rata-rata warganya masih berada di bawah negara-negara kecil kaya seperti Bahrain.
Struktur Ekonomi: Ekonomi Diversifikasi vs Ekonomi Berbasis Minyak
Perbedaan lainnya antara Indonesia dan Bahrain terlihat dari struktur ekonomi kedua negara. Indonesia memiliki ekonomi yang lebih beragam dengan sektor manufaktur, pertanian, dan jasa yang semuanya memberikan kontribusi besar pada PDB. Misalnya, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi di banyak daerah pedesaan, meskipun sektor jasa dan teknologi sedang berkembang di kota-kota besar.
Berita Terkait
-
Industri Kecantikan Terus Digenjot Lewat Gelaran Cosmobeaut Indonesia
-
Jelang Lawan Timnas Indonesia, China Justru Diejek Suporter Sendiri: Disamakan Anak Sekolahan
-
Sergi van Dijk Prediksi Timnas Indonesia Taklukkan Bahrain 2-1
-
Siasat Bahrain Kalahkan Timnas Indonesia, Utak-atik Alokasi Tiket
-
BFI Finance Bidik Pembiayaan Mesin di Pameran AllPrint
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok