Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan program hilirisasi yang dijalankannya tak hanya untuk keuntungan perusahaan swasta. Menurut Jokowi, negara juga mendapatkan hasil dari program hirilisasi.
Dia bilang, negara bisa mendapatkan penerimaan dalam bentuk pajak.
"Baik dalam bentuk pajak badan, PPh 21, royalti, kalau kita ikut saham seperti freeport kita dapat deviden. Ada pajak daerah, ada PBB, ada PNBP, besar sekali," ujarnya di Peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke 79, di Kempinski Hotel, Jakarta, yang dikutip Jumat (11/10/2024).
Dengan penerimaan negara dari hilirisasi itu, tutur Jokowi, pemerintah bisa mendapat modal untuk membiayai pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia
Kemudian, setelah program hilirisasi berjalan, penerimaan negara juga menigkat berkali-kali lipat.
"Begitu stop 2020, kemudian masuk ke industri turunan, 2023 itu 34,4 miliar dolar AS, lompatannya bayangkan. Melompatnya berapa kali," jelas Mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Maka dari itu, tambah Jokowi, hilirisasi jangan berhenti di mineral nikel saja. Dia melihat, jika semua mineral dihilirisasi, maka pemerintah punya modal untuk membangun banyak infrastruktur.
"Ini kalau semua masuk ke industri turunan akan melompat penerimaan negara dan itu semuanya bisa kita pakai untuk membangun jalan desa, bangun jalan tol, pelabuhan baru, bandara baru, untuk subsidi, untuk bansos rakyat kita," pungkas dia.
Baca Juga: Perusahaan Tambang Nikel di Halmahera Didorong Jaga Lingkungan
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis