Untuk proses pengaktifan hingga pengajuan OVO PayLater terbilang cukup sederhana. Berikut langkah-langkahnya:
• Buka Aplikasi OVO
Masuk ke aplikasi OVO yang telah terinstal di HP kamu.
• Pilih OVO PayLater
Temukan menu "OVO PayLater" di aplikasi OVO. Biasanya, ini terletak di bagian menu maupum tab tertentu.
• Ajukan PayLater
Ikuti langkah-langkah yang diberikan untuk mengajukan OVO PayLater. Dalam proses ini, pengguna mungkin akan diminta untuk memberikan informasi pribadi dan melakukan verifikasi.
• Verifikasi dan Persetujuan
Setelah proses pengajuan selesai, tunggu proses verifikasi serta persetujuan dari pihak OVO. Umumnya, kamu akan diberi notifikasi tentang status pengajuan.
Baca Juga: Cara Mengisi Saldo Nintendo eShop Dengan OVO, Pengguna Switch Wajib Tahu
• Gunakan OVO PayLater
Setelah berhasil disetujui, maka kamu sudah bisa menggunakan OVO PayLater untuk bertransaksi sesuai dengan batas yang telah ditentukan sebelumnya.
OVO PayLater Bisa untuk Apa Saja?
OVO PayLater dapat digunakan untuk melakukan transaksi untuk berbagai merchant pilihan yang telah bekerja sama dengan OVO. Antara lain seperti GrabBike, GrabCar, GrabFood, GrabMart, GrabExpress, GoPay, Hypermart, Brastagi Supermarket, Century, Diamond Supermarket, Foodmart, Suzuya, Watsons, Shell, Timezone, hingga Traveloka.
Tak hanya itu, OVO PayLater juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti pembelian barang, pembayaran tagihan, pengisian pulsa hingga belanja online. Untuk platform e-commerce yang dapat digunakan hanyalah Tokopedia.
Pastikan kamu membayar tagihan OVO PayLater secara rutin sebelum tanggal 30 setiap bulannya. Hal ini dilakukan untuk memastikan saldo OVO tercukupi. Jika tidak ingin terlambat, pengguna bisa membayar tagihan lebih awal sebelum tanggal jatuh tempo.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026