Suara.com - Additiv telah mengumumkan kemitraan strategis dengan PT Syailendra Capital. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperbarui model distribusi produk keuangan di Indonesia melalui solusi digital yang memungkinkan akses lebih luas dengan biaya yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan dan mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Menurut Anurag Pandey, General Manager APAC di Additiv, kemitraan ini didorong oleh visi bersama dalam pemberdayaan finansial masyarakat Indonesia.
“Kami bangga bekerja sama dengan PT Syailendra Capital yang memiliki visi yang sama dengan kami. Melalui platform Additiv, kami berharap dapat memberikan solusi yang berbeda di Indonesia dan memperkuat ekosistem layanan keuangan,” ujarnya ditulis Sabtu (16/11/2024).
Kemitraan ini menggabungkan keahlian manajemen investasi Syailendra dengan teknologi Additiv. Melalui kerja sama ini, PT Syailendra Capital dapat memperluas jangkauannya dalam memberikan pengalaman berinvestasi yang optimal, baik untuk investor individu maupun perusahaan.
Bagi investor individu, kolaborasi ini mempermudah akses terhadap produk investasi yang sesuai dengan tujuan keuangannya melalui platform digital dan aplikasi seluler. Sementara bagi perusahaan, kolaborasi ini mendukung kesejahteraan finansial karyawan dengan memfasilitasi akses produk keuangan yang berkualitas.
Kemampuan Additiv dalam menyediakan platform dengan skalabilitas tinggi juga memungkinkan Syailendra untuk memperluas saluran distribusinya. Dengan sistem yang terintegrasi, Syailendra dapat membuka peluang baru melalui produk keuangan yang lebih mudah diakses masyarakat.
Gunanta Afrima, COO Syailendra Capital, menyatakan optimismenya terhadap dampak positif kemitraan ini bagi perkembangan reksa dana di Indonesia.
“Kemitraan dengan Additiv membuka peluang baru untuk distribusi reksa dana yang lebih luas dan mudah diakses. Kami fokus untuk memanfaatkan teknologi digital dan layanan Finance-as-a-Service agar masyarakat dapat mengakses industri keuangan dengan lebih mudah. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus berinovasi dan berkolaborasi demi kemajuan industri pasar modal,” jelas Gunanta.
Baca Juga: Literasi Keuangan Nasabah PNM Selama Bulan Inklusi Keuangan 2024 Tembus 2.000 Pelatihan
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Syailendra Capital di segmen ritel, memberikan pengalaman investasi terbaik bagi nasabah, serta mendorong perkembangan industri pasar modal Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis
-
Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan
-
YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan
-
64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan
-
KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN
-
Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
-
Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya
-
Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman