Suara.com - Raffi Ahmad, sosok yang kerap disandingkan dengan julukan "Sultan Andara" karena kekayaannya yang melimpah, hingga kini belum juga melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Hal ini menimbulkan pertanyaan besar terkait asal-usul kekayaan yang dimilikinya.
Sebagai seorang publik figur yang kini juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni ini, Raffi Ahmad diwajibkan untuk transparan mengenai harta kekayaannya. Namun, keterlambatan dalam pelaporan LHKPN ini memicu spekulasi di tengah masyarakat.
Berdasarkan situs LHKPN hingga Rabu (27/11/2024), suami Nagita Slavina itu belum melaporkan jumlah hartanya. Raffi diwajibkan melaporkan harta hingga 3 bulan masa jabatannya berjalan.
Kehidupan mewah Raffi Ahmad yang jauh dari kata sederhana membuat publik bertanya-tanya. Di balik gemerlapnya harta kekayaan, tersimpan misteri yang belum terpecahkan. Salah satunya sumber kekayaan yang dimiliki Raffi Ahmad bersumber dari mana?
Pasalnya Raffi Ahmad memiliki 35 perusahaan dalam kurun waktu 5 tahun saja.
Sontak kondisi ini membuat mantan Sekretaris BUMN Said Didu ikut mengomentari 35 perusahaan yang didirikan anak sulung Amy Qanita tersebut. "Mesin cuci terbesar di dunia," tulis Said Didu.
Sebelumnya, ia juga pernah mengunggah kondisi pusat kuliner khas Nusantara milik Raffi Ahmad dan Kaesang di BSD Serpong, Kota Tangerang Selatan. Hasilnya tempat kuliner itu sepi pengunjung dan tenant-tenant pada tutup.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Penerima Beasiswa LPDP Kembalikan Dana ke Negara karena Tak Mengabdi, Per Orang Rp 1-2 Miliar
-
Bos LPDP: Anak Pejabat Boleh Terima Beasiswa
-
Tak Semua Huntap di Daerah Bencana Sumatera Rampung Sebelum Lebaran
-
Menteri PKP: 133.000 Rumah Subsidi Berdiri di Jateng dan Jatim di 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Pemerintah Ingatkan Industri Kualitas Genteng Harus Dijaga Dalam Program Gentengisasi
-
Fenomena Rojali-Rohana Disorot BPS, Sensus Ekonomi Mau Bongkar Aktivitas Tersembunyi
-
Pesan Dirut LPDP ke Alumni: Lu Pakai Duit Pajak, Ingat Itu!
-
China Jengah Kesepakatan Prabowo-Trump, Mau Cabut Investasi di Indonesia?
-
Kemenkeu Luruskan Pajak Digital RI & AS, Google-Netflix Tetap Kena Pajak