Suara.com - Memiliki bisnis dengan skala profit dan operasional yang besar selalu memerlukan strategi dan kecakapan luar biasa. Hal ini tentu dipahami benar oleh pemilik PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JAR), atau biasa dikenal dengan kode JARR di bursa efek. Tak sedikit yang kemudian penasaran PT Jhonlin Agro Raya milik siapa?
Jawabannya kembali pada satu nama pengusaha yang cukup terkenal asal Kalimantan. PT Jhonlin Agro Raya Tbk ini sendiri adalah perusahaan perkebunan sawit yang memiliki pabrik biodiesel dan pabrik minyak goreng.
Tercatat pada tahun 2022 lalu, JARR memiliki total aset senilai Rp 3,001 triliun, dan total ekuitas sebesar Rp 1,154 triliun. Selain itu fakta menariknya, komisaris utama PT Jhonlin Agro Raya Tbk masih berusia 24 tahun dan hanya lulusan SMA.
PT Jhonlin Agro Raya Milik Siapa?
PT Jhonlin Agro Raya tercatat dimiliki oleh Andi Syamsuddin Arsyad, atau biasa dikenal dengan nama Haji Isam. Dirinya adalah pemilik dari Jhonlin Group atau JG, yang bergerak di berbagai sektor bisnis seperti pertambangan, layanan pelabuhan, transportasi udara, hingga ke industri manufaktur.
JARR adalah anak usaha dari Jhonlin Group yang berada di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. PT Jhonlin Agro Raya ini berfokus pada pengembangan perkebunan kelapa sawit yang memiliki lahan seluas 20.000 hektar.
Haji Isam sendiri merupakan seorang putra daerah Kalimantan Selatan, yang dikenal sejak lama cukup dengan mantan Presiden Joko Widodo. Kedekatan ini dapat dilihat ketika dirinya dipercaya menjabat sebagai Wakil Bendahara Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin beberapa waktu yang lalu.
Pimpinan JARR
Saat ini PT Jhonlin Agro Raya tidak dipimpin langsung oleh Haji Isam melainkan putranya, Jhony Saputra yang masih berusia 24 tahun.
Jhony adalah anak kedua Haji Isam dari pernikahannya dengan Nursam Jhonlin. Ia lahir pada 1 Juni 2000. Meskipun hanya memiliki latar belakang pendidikan terakhir SMA Al Azhar, Jhony Saputra didapuk menjadi Komisaris Utama JARR.
Sementara itu, untuk jabatan Dewan Komisaris di PT Jhonlin Agro Raya dipegang oleh Bambang Aria Wisena. Pria lulusan S3 Institut Pertanian Bogor ini telah menjadi CEO Jhonlin Group sejak 2019. Tak hanya itu, ia juga sudah berkali-kali menjadi pimpinan tertinggi perusahaan sawit milik keluarga Bakrie.
Jabatan Komisaris Independen di JARR diduduki Usman Aji Purnomo. Ia menjadi kepercayaan Haji Isam sejak bekerja di CV. Jhonlin Baratama tahun 2004.
Kariernya terus menanjak di berbagai perusahaan milik crazy rich Kalimantan itu. Terakhir, Usman menjadi komisaris PT Jhonlin Group tahun 2012-2020.
Adapun dewan direksi JARR diisi oleh Indra Irawan sebagai Direktur Utama dan Temmy Iskandar sebagai Direktur Keuangan.
Sekilas Profil Haji Isam
Dengan nama populer Haji Isam yang kini banyak dikenal orang sebagai pengusaha besar, ternyata semua berawal dari profesi tukan ojek. Beberapa profesi pernah ia geluti, seperti yang disebutkan tadi, kemudian operator alat berat, hingga semua berubah saat nasib membawanya bertemu dengan Johan Maulana, seorang pengusaha tambang batu bara yang memberinya kesempatan belajar bisnis.
CV Jhonlin Baratama kemudian didirikan pada tahun 2003 setelah dirinya mengumpulkan modal dari pekerjaannya sebagai operator alat berat. Tidak lama berselang, perusahaan rintisan ini berubah menjadi PT Jhonlin Baratama hingga memiliki kapasitas penambangan hingga 400,000 batu bara dalam satu bulan.
Singkat cerita dengan keterampilan yang dimiliki Haji Isam, perusahaan ini berkembang menjadi semakin besar dalam bentuk Jhonlin Group yang kini membawahi puluhan perusahaan di berbagai sektor. Salah satu anak usahanya pernah diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 2020 lalu.
Dermawan, Umrohkan Ribuan Orang
Selain mengejar bisnis, Haji Isam juga dikenal sebagai seorang yang sangat dermawan, ia melalui yayasan pribadinya memberangkatkan ribuan orang untuk beribadah umrah setiap tahun dari berbagai kalangan.
Itu tadi sekilas tentang jawaban PT Jhonlin Agro Raya milik siapa, dan sekilas tentang profil dan bisnis Haji Isam. Semoga bermanfaat!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Jadi Satu-satunya Pemilik BMW Langka di Indonesia, Intip Lagi Potret Prewedding Mewah Liana Jhonlin Serba Louis Vuitton
-
Lokasi Tambang dan Usaha Haji Isam Bikin Melongo, Omzet Rp40 Miliar per Bulan!
-
Auto Nyasar, Penampakan Google Earth Rumah Crazy Rich Haji Isam di Kalimantan Bikin Melongo: Disneyland Minder!
-
Selera Mobil Jhony Saputra yang Sudah Menjabat Sebagai Komisari Utama di Usia 21 Tahun
-
Beda Kekayaan Jhony Saputra dan Liana Saputri: Anak Haji Isam Jadi Komisaris di Usia 20-an
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
PLN, MEBI, dan HUAWEI Resmikan SPKLU Signature dengan Ultra-Fast Charging dan Split Charging Pertama
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
-
Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya
-
Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih
-
Pabrik Alas Kaki di Jombang Pakai PLTS, Kapasitas Tembus 3,7 MWp
-
Bisnis Emas BSI Melesat 100 Persen dalam 8 Bulan
-
Pengangguran Menurun, Tapi 50 Persen Tenaga Kerja Masih 'Salah Kamar'
-
Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
-
Emiten BFIN Andalkan Program Loyalitas Dongkrak Pembiayaan Mobil Bekas
-
Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998