Suara.com - Kebakaran hebat yang melandai Los Angeles, California, telah menyebabkan kerugian yang sangat besar. Diperkirakan, total kerugian mencapai hampir Rp 1.000 triliun, yang hampir tiga kali lipat dari bantuan Amerika Serikat (AS) untuk operasi militer Israel yang telah menghabiskan lebih dari 22 miliar dolar AS atau sekitar Rp 356,8 triliun sejak 7 Oktober 2023 lalu.
Penyebab kebakaran ini diduga kuat karena kondisi kekeringan dan angin kencang yang terjadi sejak awal tahun yang punya peran terhadap banyaknya kebakaran hutan di wilayah selatan negara bagian California.
Ken Clark dari AccuWeather menyampaikan bahwa perkiraan awal AccuWeather mengenai total kerusakan dan kerugian ekonomi akibat kebakaran hutan dahsyat di California Selatan sekitar 52 miliar dolar AS hingga 57 miliar dolar AS (sekitar Rp 843 triliun hingga Rp 923 triliun).
Sementara, melansir BBC, kerugian kebakaran besar di LA ini diperkirakan melebihi US$135 miliar atau sekitar Rp2.200 Triliun. Nilai ini lebih besar dari nilai investasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur. Sebagai informasi, proyek ini diperkiarakan memakan biaya sebesar Rp700 triliun. Kementerian PUPR menargetkan Rp 700 triliun itu tercapai selama satu periode pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Jonathan Porter, Kepala Meteorologi AccuWeather, menyebut bahwa peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran hutan terburuk dalam sejarah California.
Porter juga menyampaikan bahwa kebakaran terburuk terjadi di area tersebut, yang berdampak pada beberapa real estat termahal di negara ini dengan nilai rumah rata-rata lebih dari dua juta dolar AS atau sekitar Rp 32 miliar.
Porter menyebut terdapat risiko besar terhadap aspek pariwisata dan kesehatan karena menghirup asap dan kerusakan akibat asap pada bangunan yang tidak hancur di masa mendatang. Porter menyebut perkiraan ini masih awal, karena kobaran api terus menyebar dan dampak terus terjadi, dan beberapa area belum melaporkan informasi tentang kerusakan, cedera, dan dampak lainnya.[3]
Banyak penduduk di Pacific Palisades melaporkan bahwa mereka tidak memiliki asuransi properti karena perusahaan asuransi tidak lagi memberikan perlindungan untuk real estate di area yang sangat mahal dan berisiko tinggi. "Yang penting, jika kebakaran terus menyebar dengan cepat ke lingkungan yang padat penduduk, ribuan bangunan tambahan yang sangat mahal akan berisiko terbakar," ucap Porter.[3]
Respon Darurat dan Prospek Pemulihan
Baca Juga: Cek Fakta: Video Los Angeles jadi Kota Neraka
Porter menyampaikan cobaran api yang bergerak cepat dan didorong angin akan mengancam nyawa dan menyebabkan kerusakan dahsyat. Porter menyebut perkiraan AccuWeather untuk total kerusakan dan total kerugian ekonomi akan direvisi naik secara substansial.
Institusi pemadam kebakaran berhadapan dengan hembusan angin sekuat badai saat mereka dengan gagah berani mencoba memadamkan api dan mengendalikan kebakaran ini. Evakuasi massal terjadi di seluruh wilayah saat kebakaran terjadi Selasa malam, menyebabkan lalu lintas macet hingga orang-orang meninggalkan mobil mereka, meninggalkan kendaraan yang menyumbat jalan.
Dave Houk, Ahli Meteorologi Senior AccuWeather dan Pakar Cuaca AS Bagian Barat, seperti yang dikutip via AOL mengatakan kebakaran lain di wilayah tersebut, termasuk kebakaran Eaton, Woodley, dan Hurst, menambah kerusakan, membakar semak belukar serta bangunan komersial dan perumahan. Dilaporkan 16 orang tewas dalam peristiwa ini.
“Hembusan angin kencang telah menerbangkan bara api dari rumah ke rumah, yang memungkinkan kebakaran hutan ini meledak dengan cepat dan tak terkendali. Angin lepas pantai semakin mengeringkan tumbuhan dan mengurangi kelembapan relatif, yang meningkatkan risiko kebakaran,” ujar Dave.
“Risiko kebakaran masih bisa ekstrem. Untuk upaya pemadaman kebakaran, angin akan mereda sepanjang sisa hari Jumat. Putaran angin kencang lainnya dan peningkatan risiko kebakaran diperkirakan akan kembali terjadi di wilayah tersebut awal minggu depan,” sambung dia.
Kebakaran hebat di Los Angeles telah menyebabkan kerugian yang sangat besar dan kompleks. Dengan kondisi kekeringan dan angin kencang yang terjadi, kebakaran hutan dahsyat ini telah menciptakan salah satu bencana kebakaran hutan yang paling merugikan dalam sejarah modern AS.
Berita Terkait
-
Trump Serang Gubernur Newsom: "Politisi Tak Kompeten" Biarkan California Terbakar!
-
Cek Fakta: Tulisan Ikonik 'Hollywood' Ludes Dilalap Api
-
Tuan Tanah Manfaatkan Bencana Kebakaran LA, Harga Sewa Meroket!
-
Tragedi Kebakaran LA: Korban Tewas Bertambah Jadi 13, Biden Khawatir Angka Terus Naik
-
Kekayaan Paris Hilton: Rumah Tinggal Puing-puing Akibat Kebakaran di Los Angeles
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Prabowo: Hilirisasi Kunci Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas
-
Sambut Idulfitri, PLN Group Berbagi Santunan untuk Anak Yatim Hingga Santri di Banggai
-
Hadapi Krisis Minyak, Presiden Prabowo Perintahkan Tambah Produksi Batu Bara
-
Semua Kementerian Akan Efisiensi untuk Jaga Defisit Anggaran, Kecuali MBG
-
Awas, Ada Potensi Lonjakan Harga Barang Pokok Sehabis Lebaran
-
Tarif LRT Jabodetabek Cuma Rp1 Selama H1 dan H2 Lebaran 2026
-
Operasional BRI, BNI, Bank Mandiri dan BSI Selama Libur Nyepi dan Idulfitri
-
Setiap Perjuangan Layak Ditemani: Perjalanan Ibu Wulan, Dari Titik Terendah Hingga Memiliki Rumah
-
Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia, Ini 4 Pewaris yang Ditinggalkan
-
Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU Dalam Melayani Pemudik EV