Suara.com - Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi menolak fasilitas mobil dinas di masa kepemimpinannya. Alih – alih membeli mobil baru, Dedi justru memberi wejangan agar anggaran dialihkan ke program yang lebih bermanfaat untuk publik. Aset dan properti pribadi milik Dedi Mulyadi pun kemudian dikulik karena bisa saja dirinya cukup dengan kendaraan pribadi.
"Saya minta ke Pak Pj Gubernur, tolong jangan belikan saya mobil baru, saya juga punya mobil sudah cukup," katanya.
Jika dilihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan Dedi sebagai Calon Gubernur Jawa Barat per Agustus 2024 lalu, dirinya mengantongi harta sejumlah Rp12.851.243.199. Dari total harta tersebut, Rp8 miliar di antaranya berwujud alat transportasi dan mesin.
Di garasi Dedi, terparkir tiga mobil hasil sendiri masing – masing Lexus LX 600 Tahun 2022, Mercedes Benz Sedan / E 300 COUPE Tahun 2018, dan Lexus Micro/Minibus Tahun 2023. Dedi juga masih memiliki tiga unit motor yang semuanya hasil sendiri yakni Honda Sepeda Motor Tahun 2003, Triumph Scrambler 1.200 Xe Tahun 2019, dan Vespa Sei Giorni Limited Edition Tahun 2020, ditambah satu sepeda Polygon Collous T8 Tahun 2017.
Tidak sampai di situ, berdasarkan laporan, Dedi masih memiliki properti berupa 116 bidang tanah dan bangunan dengan nilai lebih dari Rp7 miliar. Sebagian rinciannya adalah sebagai berikut.
1. Tanah Seluas 773 M2 Di Kab / Kota Purwakarta, Hasil Sendiri R25.000.000
2. Tanah Seluas 1353 M2 Di Kab / Kota Purwakarta, Hasil Sendiri Rp40.000.000
3. Tanah Dan Bangunan Seluas 901 M2/285 M2 Di Kab / Kota Purwakarta, Hasil Sendiri Rp340.000.000
4. Tanah Seluas 3701 M2 Di Kab / Kota Purwakarta, Hasil Sendiri Rp186.000.000
Baca Juga: Tolak Mobil Dinas Gubernur Jawa Barat, Ini Daftar Koleksi Mobil Mewah Dedi Mulyadi
5. Tanah Dan Bangunan Seluas 130 M2/36 M2 Di Kab / Kota Purwakarta, Hasil Sendiri Rp112.000.000
6. Tanah Seluas 545 M2 Di Kab / Kota Purwakarta, Hasil Sendiri Rp33.000.000
7. Tanah Seluas 1459 M2 Di Kab / Kota Purwakarta, Hasil Sendiri Rp78.000.000
8. Tanah Seluas 231 M2 Di Kab / Kota Purwakarta, Hasil Sendiri Rp31.000.000
9. Tanah Seluas 100 M2 Di Kab / Kota Purwakarta, Hasil Sendiri Rp17.000.000
10. Tanah Seluas 200 M2 Di Kab / Kota Purwakarta, Hasil Sendiri Rp27.000.000
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Diminta Nikahi Ayu Ting Ting, Kini Disorot karena Tolak Kendaraan Dinas
-
Sritex Runtuh Tinggalkan Utang Rp32,6 Triliun, Kurator Siap PHK Massal
-
Adu Kekayaan Raffi Ahmad Vs Dedi Mulyadi, Sama-Sama Disorot Gegara Mobil Dinas
-
Segini Kekayaan Dedi Mulyadi, Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru Gubernur Jabar
-
Tolak Kendaraan Dinas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Terciduk Gunakan Mobil 'Pasar'
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar
-
Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang
-
UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI
-
Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang
-
Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan
-
Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond
-
Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik
-
Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM
-
Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi
-
Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis