Suara.com - Lintasarta, anak usaha dari Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH), menyampaikan komitmennya untuk membangun kedaulatan teknologi kecerdasan buatan dengan menggelar Gerakan AI Merdeka.
Adapun program AI Merdeka terdiri dari sejumlah inisiatif. Misalnya, inisiatif Laskar AI yang membantu meningkatkan keterampilan talenta lokal AI di Indonesia. Selain itu, menyelenggarakan program beasiswa untuk total 650 orang baik mahasiswa dan dosen atau peneliti.
Ada juga inisiatif Semesta AI di mana Indosat bersama Lintasarta berikhtiar mendirikan ekosistem AI di dalam negeri. Kemudian ada AI Use Case, sebuah program perusahaan yang membantu mengembangkan use case AI yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
“Melalui Gerakan AI Merdeka ini, kami ingin berkontribusi pada visi Indonesia Emas 2045,” kata President Director dan CEO Lintasarta, Bayu Hanantasena, dalam Indonesia Data and Economic Conference (IDE) 2025 ditulis Kamis (20/2/2025).
Dia menambahkan, percepatan adopsi AI berpotensi pula mendorong tercapainya target pertumbuhan ekonomi 8 persen oleh pemerintah.
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang strategis untuk mampu mengembangkan AI secara mandiri. Sebab, teknologi ini mulai banyak diadopsi oleh masyarakat Indonesia.
Sebagai bukti, survei terbaru dari Katadata Insight Center menyebut 83,6 persen masyarakat mengaku tidak hanya pernah mendengar tentang AI, tetapi juga familiar dengan teknologi tersebut.
Dalam laporan bertajuk Kedaulatan AI untuk Memberdayakan Indonesia, sebanyak lebih dari 80 persen bisnis sudah mulai berinvestasi atau menggunakan AI untuk operasional mereka.
Di saat yang sama, baru 13 persen bisnis di Indonesia yang telah memanfaatkan AI secara advanced. Menurut laporan tersebut, secara umum tingkat adopsi AI di Indonesia masih berada di tahap awal tetapi menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Baca Juga: Pengguna Real-World AI Agent Dapatkan Manfaat Ekonomi dari Aktivitas Digital
“Indonesia sudah ketinggalan revolusi industri yang pertama, kedua, dan ketiga. Sekarang kita harus bisa mengejar untuk adopsi AI, dan membangun kedaulatan AI,” kata Bayu.
Karena itu, Lintasarta, sebagai AI Factory dari Indosat Group, dalam dua tahun terakhir aktif mengembangkan inisiatif mengenai AI.
Misalnya saja, Indosat pada Agustus 2024 meresmikan pusat AI pertama di Indonesia, yakni Indosat AI Experience Center di Solo Technopark (STP). Fasilitas ini dibangun bekerja sama dengan NVIDIA dan Huawei untuk memperkenalkan teknologi AI.
Hampir bersamaan, Lintasarta, anak usaha Indosat, meluncurkan GPU Merdeka, yang didukung oleh NVIDIA dan Accenture. GPU Merdeka akan menghadirkan infrastruktur dan platform AI cloud untuk pelaku bisnis nasional.
Adapun pada November 2024, perusahaan bekerja sama dengan GoTo meluncurkan Sahabat-AI, ekosistem large language model (LLM) open-source berbahasa Indonesia. Peluncuran Sahabat-AI ini merupakan rangkaian acara dari Indonesia AI Day.
“Kita memiliki cita-cita Indonesia bisa segera beralih, dari hanya menggunakan AI, menjadi pencipta yang mengeluarkan inovasi berbasis AI,” ujar Bayu seraya menambahkan bahwa AI kelak akan menjadi penentu kemajuan bangsa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat