Suara.com - Pegadaian kembali memperkuat perannya dalam pemberdayaan sosial dan lingkungan melalui program Relawan Bakti BUMN yang kali ini diselenggarakan di Pulau Derawan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pegadaian dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta pelestarian lingkungan.
Acara ini dibuka oleh Asisten Deputi TJSL Kementerian BUMN, Edi Eko Cahyono, serta Direktur Jaringan, Operasi, dan Penjualan Pegadaian, Eka Pebriansyah. Dalam sambutannya, Eka menyampaikan bahwa program ini tidak hanya sekadar aksi sosial, tetapi merupakan bagian dari strategi keberlanjutan Pegadaian dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan sosial masyarakat melalui pilar Pendidikan, Lingkungan, dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.
Sebanyak 15 relawan dari berbagai BUMN berpartisipasi dalam kegiatan ini, dengan membawa semangat berbagi dan kolaborasi untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat setempat. Sejak kedatangan di Tarakan hingga perjalanan menuju Derawan, para relawan menjalani serangkaian aktivitas yang bertujuan menciptakan dampak positif berkelanjutan.
Dalam bidang pendidikan, para relawan berkontribusi dalam program Relawan BUMN Mengajar, yang memberikan wawasan baru kepada pelajar di Derawan. Melalui materi inspiratif, anak-anak diajak untuk memiliki pandangan yang lebih luas tentang masa depan, termasuk pentingnya kesiapan menghadapi tantangan global. Program ini diperkuat dengan Gerakan Berani Bermimpi, yang bertujuan membangun kepercayaan diri anak-anak agar lebih optimis dalam meraih cita-cita mereka.
Selain di bidang pendidikan, kegiatan ini juga memperkuat aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui inisiatif UMKM Naik Kelas. Dalam sesi ini, pelaku usaha kecil mendapatkan pelatihan mengenai strategi bisnis yang lebih modern, pemasaran digital, serta pemanfaatan teknologi untuk memperluas pasar. Program ini selaras dengan inisiatif Pegadaian dalam meningkatkan inklusivitas ekonomi melalui solusi keuangan yang mudah diakses oleh masyarakat.
Sementara itu, dalam aspek lingkungan, para relawan turut berkontribusi dalam berbagai program konservasi. Kegiatan Gerakan Peduli Lingkungan Hijau menjadi salah satu agenda utama, di mana relawan bersama masyarakat melakukan edukasi serta praktik langsung mengenai pengelolaan sampah yang lebih baik. Kegiatan ini sejalan dengan program Memilah Sampah Menabung Emas yang telah berjalan di berbagai daerah sebagai bagian dari kampanye lingkungan Pegadaian. Selain itu, aksi nyata dilakukan melalui konservasi penyu dan terumbu karang, mengingat Derawan merupakan kawasan dengan keanekaragaman hayati tinggi yang perlu dilestarikan.
Untuk mempererat hubungan dengan masyarakat, para relawan juga terlibat dalam pelestarian budaya lokal melalui pelatihan Tari Igal, tarian khas Derawan yang menjadi warisan budaya penting. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap kearifan lokal, tetapi juga bertujuan untuk menjaga agar budaya tersebut tetap lestari dan dikenal oleh generasi muda.
Sebagai bentuk kontribusi konkret, program ini juga mencakup revitalisasi sarana dan prasarana desa, yang dilakukan secara langsung bersama masyarakat setempat. Perbaikan fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekitar.
Dalam sambutannya, Edi Eko Cahyono menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Pegadaian dan semangat para relawan dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa program ini selaras dengan visi Kementerian BUMN dalam menghadirkan sinergi yang lebih luas dalam program sosial yang berkelanjutan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian Sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia
Dengan terselenggaranya Relawan Bakti BUMN Pegadaian Derawan 2025, Pegadaian terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan dampak positif yang lebih luas. Program ini tidak hanya menjadi aksi sosial sesaat, tetapi juga langkah strategis dalam membangun ekosistem masyarakat yang lebih kuat, berdaya, dan berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian Sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia
-
Presiden Prabowo Resmikan Layanan Bank Emas Pegadaian, BRI Group Semakin Optimis Perkuat Ekonomi Nasional
-
Dukung Pendidikan Indonesia, Pegadaian dan Garuda Indonesia Wujudkan Transformasi Sekolah di Pulau Komodo
-
Jadi Pelopor Layanan Bullion Bank, Deposito Emas Pegadaian Semakin Diminati Masyarakat
-
Peduli Kesejahteraan Masyarakat, Karyawan Pegadaian Sukses Gelar Program Mengetuk Pintu Langit di Sumbagsel
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya
-
Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi
-
Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli
-
Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?
-
Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!
-
Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi
-
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Stabil
-
BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?
-
Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini
-
Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI