Suara.com - Dalam semangat Ramadan 1446 H, Peruri menggelar aksi sosial dengan membagikan takjil gratis kepada masyarakat di sekitar Kantor Pusat Peruri, Jakarta Selatan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial, tetapi juga memiliki implikasi ekonomi yang signifikan bagi komunitas sekitar.
Pembagian takjil gratis ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, terutama bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang menjadi pemasok takjil. Dengan memesan ratusan paket takjil dari UKM lokal, Peruri turut menggerakkan roda perekonomian di tingkat komunitas.
"Dengan semangat berbagi dan kebersamaan, kami berharap program ini tidak hanya membawa manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ikatan antara PERURI dengan masyarakat dan lingkungan sekitar," ujar Ratih Sukma Pratiwi, Kepala Biro Strategic Corporate Branding & TJSL Peruri dikutip Selasa (25/3/2025).
Selain itu, aksi ini juga meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan dan membutuhkan asupan energi saat berbuka puasa. Dengan mendapatkan takjil gratis, mereka dapat menghemat pengeluaran untuk membeli makanan dan minuman.
Kegiatan pembagian takjil ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Peruri. Dalam konteks ekonomi, program TJSL dapat dianggap sebagai investasi sosial perusahaan untuk pembangunan berkelanjutan.
Dengan berinvestasi dalam program-program sosial yang relevan dan tepat sasaran, Peruri tidak hanya menciptakan dampak positif bagi masyarakat, tetapi juga membangun reputasi perusahaan sebagai entitas bisnis yang bertanggung jawab. Reputasi yang baik ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan, yang pada akhirnya dapat berdampak positif pada kinerja bisnis perusahaan.
Sebagai BUMN, Peruri memiliki tanggung jawab untuk menerapkan nilai-nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) dalam setiap kegiatan operasionalnya. Aksi pembagian takjil ini merupakan wujud nyata dari penerapan nilai-nilai tersebut, terutama nilai "Harmonis" dan "Kolaboratif".
Dengan menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan berkolaborasi dengan UKM lokal, Peruri berupaya untuk menciptakan sinergi yang saling menguntungkan. Sinergi ini tidak hanya berdampak positif pada aspek sosial, tetapi juga pada aspek ekonomi.
Melalui inisiatif berbagi takjil ini, Peruri menunjukkan komitmennya untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial. Sebagai perusahaan yang memegang peran strategis dalam pencetakan dokumen vital negara, Peruri menyadari bahwa tanggung jawabnya tidak hanya terbatas pada kinerja bisnis, tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Baca Juga: Pandu Sjahrir Beberkan Arah Investasi yang Didanai Danantara
Dengan menghadirkan program-program sosial yang relevan dan tepat sasaran, Peruri berharap dapat terus menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Asal tahu saja Pemerintah Indonesia saat ini terus mempercepat transformasi digital untuk mewujudkan visi Indonesia Maju 2045. Pada 2023, Indonesia mengambil langkah besar dalam mempercepat transformasi digital dan meningkatkan keterpaduan layanan publik dengan menerbitkan Peraturan Presiden (PP) Nomor 82 Tahun 2023.
Sejalan dengan visi itu, Pemerintah Indonesia memercayakan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) untuk menjalankan peran strategis sebagai GovTech Indonesia.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Indonesia diharapkan dapat mengintegrasikan berbagai pelayanan publik sehingga masyarakat dapat mengaksesnya melalui satu portal pelayanan publik secara terpadu.
Sebagai GovTech Indonesia, Peruri diberikan mandat untuk menyelenggarakan aplikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Dengan mengutamakan integrasi dan interoperabilitas, Peruri berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan tepercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia. Utamanya, guna mendukung empat pilar utama transformasi digital, yakni infrastruktur, pemerintahan, ekonomi, dan masyarakat digital.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya