- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan defisit APBN 2026 menurun menjadi 2,8 persen terhadap produk domestik bruto nasional.
- Lembaga S&P Global memberikan respons positif terhadap perbaikan ekonomi Indonesia serta mempertahankan peringkat kredit level investment grade.
- S&P Global dijadwalkan mengunjungi Indonesia pada Juni 2026 untuk mengevaluasi strategi fiskal serta kondisi perekonomian nasional secara menyeluruh.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi kalau defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 akan turun dari 2,92 persen menjadi 2,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Hal ini diungkapkan Menkeu Purbaya usai menemui lembaga pemeringkat S&P Global saat melakukan kunjungan kerja di Amerika Serikat. Ia menyebut defisit APBN kemungkinan terkoreksi usai diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"(Defisit) 2,9 (persen) pada waktu kita laporan awal, tapi di LKPP (Laporan Keuangan Pemerintah Pusat) nanti kira-kira akan turun ke 2,8 persen," katanya dalam keterangan video, dikutip Kamis (16/4/2026).
Purbaya mengklaim S&P menyambut positif usai mendapatkan laporan tersebut. Ia juga menyimpulkan lembaga itu melihat ada perbaikan ekonomi di triwulan keempat 2025 dibanding kuartal sebelumnya.
"Dan indikator awal sekarang sepertinya mereka melihat juga melihat, semua aktivitas ekonomi sudah membaik," tambahnya.
Hal inilah yang dianggap Purbaya kalau Indonesia mendapatkan peringkat kredit di level investment grade, BBB dengan outlook stabil dari S&P.
Namun S&P juga memberikan masukan ke Purbaya terkait rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan yang berada di atas 15 persen.
"Saya bilang, kita akan monitoring terus, kita akan monitor terus, dan pastikan keadaan ekonomi tetap baik dan fiskal akan kita jaga, tidak memburuk revisi pembayaran tambahan," umbar dia.
Lebih lanjut Purbaya membocorkan kalau S&P akan datang ke Indonesia pada Juni 2026 untuk menilai strategi fiskal Pemerintah.
Baca Juga: Ribuan Merek Tekstil Global Ramaikan Indo Intertex 2026 di JIExpo Kemayoran
"Kalau message dari mereka clear, dan mereka Juni nanti akan datang lagi ke indonesia untuk mendiskusikan, menilai kondisi perekonomian secara keseluruhan. Jadi mereka pandangannya amat positif terhadap Republik Indonesia," jelasnya.
Berita Terkait
-
Ribuan Merek Tekstil Global Ramaikan Indo Intertex 2026 di JIExpo Kemayoran
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya
-
Jumlah Masyarakat Kelas Menengah RI Kian Merosot, Alarm Bagi Ekonomi?
-
Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja
-
Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman
-
Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum
-
Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian