Bisnis / Makro
Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menemui investor Amerika Serikat pada Senin (13/4/2026) waktu setempat. [Dok. Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi sorotan S&P Global Ratings terkait rasio utang Indonesia saat kunjungan kerja di Amerika Serikat.
  • Pemerintah memastikan kemampuan bayar utang terjaga dengan mengoptimalkan penerimaan pajak serta bea cukai melalui restrukturisasi kelembagaan internal secara intensif.
  • S&P Global Ratings mengonfirmasi Indonesia tetap berada pada peringkat layak investasi atau level BBB dengan outlook stabil pada 2026.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengomentari soal penilaian lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings terkait kemampuan rasio utang Indonesia.

Dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Menkeu Purbaya menerangkan kalau rasio utang Indonesia memang jadi salah satu sorotan S&P.

Tapi dia meminta lembaga tersebut tidak khawatir karena RI masih mampu membayar utang.

"Ada concern sedikit tentang rasio membayar utang terhadap pendapatan kita, pajak kita. Tapi kita yakinkan mereka bahwa itu bisa dikendalikan ke depan dan belum berada pada level yang berbahaya sekali," katanya dalam keterangan video, Kamis (16/4/2026).

Untuk menambah kemampuan membayar utang, Purbaya mengaku bakal memaksimalkan penerimaan negara lewat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Bendahara Negara mengklaim kalau pihaknya sudah melakukan restrukturisasi Pegawai Pajak dan Bea Cukai beberapa waktu belakangan. Pertumbuhan Pajak periode Januari dan Februari 2026 juga lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.

Buntut kondisi ekonomi itu, Purbaya mengaku senang karena Indonesia mendapatkan outlook peringkat BBB pada kategori investment grade, atau layak investasi.

"Mereka sepertinya cukup puas, dan berita yang agak atau amat menyenangkan untuk saya adalah S&F bilang mereka memberikan konfirmasi bahwa rating kita tetap level BBB dengan outlook yang tetap stabil," jelasnya.

Baca Juga: Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup

Load More