Bisnis / Energi
Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan hasil perundingan impor minyak mentah dari Rusia kepada Presiden Prabowo pada Kamis (16/4/2026). Ia berharap bisa membeli minyak dengan harga murah dari Rusia. [Antara]
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan hasil perundingan impor minyak mentah dari Rusia kepada Presiden Prabowo pada Kamis (16/4/2026).
  • Pemerintah Indonesia memastikan pasokan minyak dari Rusia akan menjaga ketahanan serta stabilitas cadangan energi nasional hingga akhir tahun.
  • Rusia berkomitmen membangun infrastruktur energi di Indonesia sebagai bagian dari kerja sama jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan BBM nasional.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia pada Kamis (16/4/2026) menghadap Presiden Prabowo untuk melaporkan hasil perundingan energi dengan Rusia. Usai bertemu Presiden, kepada wartawan, Bahlil mengatakan pihaknya berupaya untuk membeli minyak dengan harga murah dari Rusia.

Meski demikian, Bahlil enggan menerangkan berapa banyak atau berapa volume minyak yang akan diiimpor dari Rusia tersebut.

"Volumenya saya enggak boleh (sampaikan), karena ada kesepakatan kami, kami nggak boleh berbicara tentang volume," kata Bahlil.

Terkait dengan harga, Bahlil menjamin nilainya akan tetap kompetitif dan tidak melampaui harga pasar global. Dia menegaskan pemerintah tetap mengupayakan harga terbaik dalam memastikan ketersedian BBM nasional.

"Yang jelas kita akan mencoba untuk tidak boleh lebih daripada harga pasar. Harga di bawah pasar itu jauh lebih baik, tapi minimal sama dengan harga pasar," kata Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil memastikan bahwa pasokan dari Rusia ini akan menjaga ketahanan energi nasional tetap stabil. Ia menjamin stok BBM nasional dalam posisi aman setidaknya hingga penghujung tahun ini.

"Untuk cadangan crude (minyak mentah), terhitung mulai bulan ini hingga Desember mendatang, insyaallah sudah aman," pungkas Bahlil.

Menghadap Prabowo

Sebelumnya Bahlil telah melaporkan hasil negosiasi dengan Rusia kepada Presiden Prabowo.

Baca Juga: Stok Bensin dan Gas LPG Aman? Simak 5 Fakta Indonesia Borong Minyak Rusia

“Beliau melaksanakan rapat dengan utusan khusus Presiden Putin, dan menteri (energi Rusia, red.), dan hasilnya beliau laporkan kepada Bapak Presiden baru saja,” ungkap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dalam jumpa pers yang sama, Menteri ESDM kemudian memaparkan poin-poin pertemuannya dengan Pemerintah Rusia kepada Presiden Prabowo. Bahlil menilai hasil pertemuannya dengan delegasi Pemerintah Rusia cukup menggembirakan.

“Kita akan mendapat pasokan crude (minyak mentah, red.) dari Rusia, dan juga dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” kata Bahlil.

Bahlil mengatakan dirinya yang mewakili Pemerintah Indonesia, juga membuka komunikasi mengenai kerja sama impor LPG dari Rusia. Walaupun demikian, Bahlil menyebut pembicaraan mengenai kerja sama terkait LPG masih membutuhkan 2–3 kali pertemuan.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menjelaskan kerja sama bidang energi yang saat ini dirundingkan dengan Rusia sifatnya jangka panjang. Alasannya karena impor BBM Indonesia sangat tinggi, yakni sekitar 1 juta barel sehari sementara produksi dalam negeri hanya mencapai 600.000 barel per hari.

"Kita masih impor kurang lebih sekitar satu juta barel per day. Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber. Tidak hanya di satu negara, tetapi di hampir semua negara,” kata Bahlil.

Load More