Bisnis / Keuangan
Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG ditutup melemah tipis 0,03 persen ke level 7.621 pada perdagangan Kamis, 16 April 2026 di Jakarta.
  • Pergerakan IHSG ditopang oleh penguatan sektor teknologi dan kesehatan meski indeks mengalami koreksi sebesar 2,204 poin.
  • Bursa Asia secara umum menguat akibat sentimen positif perpanjangan gencatan senjata antara negara Amerika Serikat dan Iran.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup memerah perdagangan Kamis, 16 April 2026, di tengah penguatan mayoritas bursa saham Asia yang ditopang sentimen global positif.

Mengutip riset Phillip Sekuritas Indonesia, IHSG turun 2,204 poin atau 0,03 persen ke level 7.621.

Meski terkoreksi, pergerakan indeks relatif stabil dengan jumlah saham naik mencapai 356 saham, sementara 318 saham lainnya melemah.

Secara regional, bursa Asia ditutup menguat, dengan indeks Nikkei 225 melonjak 2,4 persen sekaligus mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Penguatan ini didorong ekspektasi perpanjangan gencatan senjata dalam konflik Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI),. [Suara.com/Alfian Winanto]

AS dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan prinsip untuk memperpanjang gencatan senjata selama dua minggu, sembari melanjutkan pembicaraan menuju kesepakatan damai yang lebih luas.

Di pasar domestik, pergerakan IHSG ditopang oleh sejumlah sektor, terutama teknologi yang menguat 3,287 persen, diikuti sektor kesehatan 3,186 persen dan industri 1,182 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan signifikan antara lain MLPT yang melonjak 19,96 persen, SRAJ naik 15,27 persen, serta SINI yang menguat 9,93 persen.

Sementara itu, tekanan terbesar datang dari saham POLU yang turun 4,60 persen, disusul ITMG yang melemah 2,19 persen dan IFSH yang terkoreksi 11,76 persen.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Baca Juga: OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

Load More