- IHSG ditutup melemah tipis 0,03 persen ke level 7.621 pada perdagangan Kamis, 16 April 2026 di Jakarta.
- Pergerakan IHSG ditopang oleh penguatan sektor teknologi dan kesehatan meski indeks mengalami koreksi sebesar 2,204 poin.
- Bursa Asia secara umum menguat akibat sentimen positif perpanjangan gencatan senjata antara negara Amerika Serikat dan Iran.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup memerah perdagangan Kamis, 16 April 2026, di tengah penguatan mayoritas bursa saham Asia yang ditopang sentimen global positif.
Mengutip riset Phillip Sekuritas Indonesia, IHSG turun 2,204 poin atau 0,03 persen ke level 7.621.
Meski terkoreksi, pergerakan indeks relatif stabil dengan jumlah saham naik mencapai 356 saham, sementara 318 saham lainnya melemah.
Secara regional, bursa Asia ditutup menguat, dengan indeks Nikkei 225 melonjak 2,4 persen sekaligus mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Penguatan ini didorong ekspektasi perpanjangan gencatan senjata dalam konflik Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
AS dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan prinsip untuk memperpanjang gencatan senjata selama dua minggu, sembari melanjutkan pembicaraan menuju kesepakatan damai yang lebih luas.
Di pasar domestik, pergerakan IHSG ditopang oleh sejumlah sektor, terutama teknologi yang menguat 3,287 persen, diikuti sektor kesehatan 3,186 persen dan industri 1,182 persen.
Saham-saham yang mencatatkan penguatan signifikan antara lain MLPT yang melonjak 19,96 persen, SRAJ naik 15,27 persen, serta SINI yang menguat 9,93 persen.
Sementara itu, tekanan terbesar datang dari saham POLU yang turun 4,60 persen, disusul ITMG yang melemah 2,19 persen dan IFSH yang terkoreksi 11,76 persen.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Baca Juga: OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman