Memasuki hari terakhir periode arus balik, rekayasa lalu lintas one way nasional resmi dihentikan pada pagi ini pukul 09.00 WIB. Rekayasa ini sebelumnya diberlakukan mulai Minggu (6/4), untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dari arah timur ke barat pulau Jawa, tepatnya dari KM 414 GT Kalikangkung hingga KM 70 GT Cikatama.
Penutupan dilakukan karena kondisi lalu lintas sudah kembali normal dan terdistribusi dengan baik. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa meskipun rekayasa lalu lintas telah selesai, Operasi Ketupat 2025 tetap berlangsung hingga pukul 24.00 WIB malam ini.
Personel di lapangan tetap bersiaga untuk menjamin kelancaran perjalanan masyarakat hingga tahap akhir arus balik.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2025, baik jajaran Korlantas Polri, Polri pada umumnya, serta para stakeholder termasuk PT Jasa Raharja sebagai BUMN yang menjadi wakil negara dalam Operasi Ketupat 2025.
“Kolaborasi, sinergitas, kebersamaan rekan-rekan di lapangan untuk sementara menunjukkan hasil yang sangat luar biasa. Pelaksanaan Operasi Ketupat baik pada saat pengamanan Idulfitri, pengamanan tempat tempat wisata, serta pengamanan jalur mudik dan balik, berjalan dengan baik. Sekali lagi, apresiasi dari Bapak Presiden, semoga dapat menambah semangat kita semuanya,” lanjutnya.
Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono turut menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan sistem lalu lintas yang aman dan berkeselamatan selama masa arus mudik dan balik Idulfitri tahun ini.
“Saya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang baik sekali dari Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, PT Jasa Marga, dan seluruh stakeholder terkait. Kolaborasi dan koordinasi ini telah menjadi kunci utama dalam pelaksanaan sistem lalu lintas yang berkeselamatan, sehingga arus mudik dan balik Lebaran tahun ini berlangsung lancar aman, dan nyaman,” ujarnya.
Ia berharap agar sinergi yang terbangun selama Operasi Ketupat 2025 dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada masa mendatang.
“Dalam pengaturan ini kami membuktikan bahwa di jalan tol kecelakaan turun secara signifikan, di jalan nasional juga signifikan. Tentu ini adalah perwujudan pelayanan kepada masyarakat untuk bisa melakukan perjalanan mudik dan balik dengan selamat sampai di tujuan masing-masing. Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus ditingkatkan untuk tahun-tahun berikutnya.”
Baca Juga: Arus Balik Kapal Ferry Masih Berlangsung, 780 Ribu Pemudik Telah Balik dari Sumatera ke Jawa
Pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri 2025 lewat Operasi Ketupat mencerminkan kolaborasi antar instansi yang semakin solid dalam menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas nasional. Sinergi ini menjadi cerminan komitmen negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM