Selain perang dagang, Ibrahim juga menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah sebagai faktor signifikan lainnya. Ia mencontohkan ancaman yang dilontarkan Iran terhadap Kuwait.
Ibrahim menjelaskan bahwa Kuwait diduga akan dijadikan sebagai basis pangkalan udara bagi pesawat-pesawat militer Amerika Serikat, yang berpotensi digunakan oleh AS untuk melakukan serangan terhadap Iran.
"Amerika Serikat sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi Iran, dengan Israel kemungkinan akan menjadi pihak yang memimpin serangan tersebut," ungkap Ibrahim.
Dalam kesempatan yang sama, Ibrahim mengingatkan akan potensi dampak negatif dari kenaikan harga emas dunia yang terjadi bersamaan dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Menurutnya, kombinasi kedua faktor ini berpotensi menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa di dalam negeri.
"Ketika nilai tukar rupiah mengalami pelemahan dan harga emas dunia mengalami kenaikan, hal ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan harga-harga di tingkat konsumen," tegas Ibrahim.
Harga emas kembali mencatatkan kenaikan sebesar 2 persen pada hari Kamis, berhasil menembus level psikologis 3.300 dolar AS per troy ounce untuk pertama kalinya dalam sejarah perdagangan emas, berdasarkan data perdagangan yang dirilis pada hari Rabu.
Pada pukul 04.57 GMT, harga emas untuk kontrak berjangka yang akan jatuh tempo pada bulan Juni di bursa New York Comex mengalami kenaikan sebesar 61,22 dolar AS, mencapai level 3.301,62 dolar AS per troy ounce.
Sementara itu, bank sentral Amerika Serikat (The Fed) baru akan menentukan kebijakan suku bunga acuannya dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan pada tanggal 6 hingga 7 Mei 2025 mendatang.
Di sisi lain, prospek pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan mengalami perlambatan dari angka 2,8 persen pada tahun 2024 menjadi 2,3 persen pada tahun 2025. Perlambatan ini diakibatkan oleh berbagai faktor, termasuk ketegangan perdagangan yang terus berlanjut dan situasi global yang penuh dengan ketidakpastian. Negara-negara berkembang diprediksi akan menjadi pihak yang paling rentan terhadap dampak perlambatan ekonomi ini.
Baca Juga: Sinopsis Home About Us, Drama China yang Dibintangi Qin Lan dan Allen Ai
Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) pada hari Rabu merilis proyeksi yang memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan melambat menjadi 2,3 persen pada tahun 2025, menandakan potensi pergeseran menuju jalur resesi global.
"Permintaan global yang lesu, guncangan kebijakan perdagangan yang tidak terduga, gejolak keuangan yang meningkat, dan ketidakpastian sistemik yang semakin besar memperburuk tekanan ekonomi, terutama bagi negara-negara berkembang," demikian pernyataan UNCTAD dalam laporan terbarunya yang berjudul Trade and Development Foresights.
Berita Terkait
-
BURUAN! Link Saldo DANA Kaget Buat Beli Emas Antam Lagi Dibagikan, Segera Cek di Sini
-
Perhatian! Harga Logam Mulia Diprediksi Akan Terus Alami Kenaikan
-
5 Drama China Tayang April 2025, Ada The Demon Hunter's Romance
-
Harga Emas Galeri24, Turun Saatnya Beli? Cek Update Harga Emas Pegadaian Di Sini
-
Stok Emas Kosong, Warga Tetap Antre PO Meski Harga Tembus Rekor
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
Pilihan
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak
Terkini
-
PNM Hadirkan Program RE3 (Reduce, Re-love, Restyle) dari Karyawan untuk Masyarakat
-
Ide Bisnis Tanpa Modal untuk Mahasiswa, Mengasah Skill Sambil Menambah Penghasilan
-
MIND ID Perkuat Komunikasi Keberlanjutan demi Dukung Pembangunan Peradaban Masa Depan
-
Fundamental, PANI jadi Salah Satu Emiten Properti Terkuat di Pasar Modal
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
Pekan Ini Investor Saham Lakukan Transaksi Capai Rp30 Triliun
-
Banjir Sumatera Terparah 2025, Gubernur BI Ajak Masyarakat Sisihkan Rezeki untuk Membantu
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak
-
Perusahaan Syariah Grup Astra Incar Ceruk Bisnis Haji Lewat Ekosistem Pembiayaan
-
Studi Ungkap Konsumen Suka Hadiah yang Diberikan Suatu Brand