Suara.com - Elon Musk menawari influencer Ashley St. Clair yang merupakan selingkuhannya sebesar 15 juta dollar atau sekitar Rp 250 milar. Serta pembayaran bulanan sebesar 100 ribu dollar AS atau sekitar Rp 1,6 miliar. Hal ini dilakukan miliarder terkaya di dunia untuk merahasiakan anak mereka yang baru lahir.
Sebuah tes DNA mengonfirmasi bahwa "kemungkinan ayah" pemilik Tesla tersebut adalah 99,9999 persen menurut Wall Street Journal. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa putra Musk dengan St. Clair bernama Romulus, tetapi nama belakang raksasa teknologi tersebut tidak tercantum dalam akta kelahiran.
Musk belum mengomentari secara langsung laporan tentang putra barunya tersebut. Tetapi ia membagikan sebuah unggahan di media sosial yang menyatakan ketidaksenangannya terhadap tulisan The Wall Street Journal. Namun, menurut laporan tersebut, St. Clair menolak tawaran paket senilai 15 juta dollar AS tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu akan membuat putranya merasa "tidak sah".
Influencer berusia 26 tahun itu juga mencatat bahwa perjanjian tersebut tidak memberikan dana perwalian kepada anak tersebut jika Musk jatuh sakit atau meninggal. St. Clair pertama kali mengumumkan pada bulan Februari di media sosial bahwa ia telah menyambut seorang anak yang merupakan ayah dari miliarder teknologi tersebut.
"Lima bulan yang lalu, saya menyambut seorang bayi baru ke dunia ini. Elon Musk adalah ayahnya.Saya sebelumnya tidak mengungkapkan hal ini untuk melindungi privasi dan keselamatan anak kami, tetapi dalam beberapa hari terakhir menjadi jelas bahwa media tabloid bermaksud untuk melakukannya, terlepas dari kerugian yang akan ditimbulkannya,"katanya dilansir South China Morning Post, Jumat (18/4/2025).
Setelah pengumuman tersebut, Musk membatalkan tawaran awal senilai 15 juta dollar AS kepada St. Clair, dan menurunkan pembayaran bulanan senilai 100 ribu dollar AS menjadi 40.000 ribu dollar dan kemudian menjadi 20.000 ribu dollar AS Musk mengaku telah melakukan pembayaran kepada St. Clair, tetapi mempertanyakan apakah anak itu benar-benar anaknya.
"Saya tidak tahu apakah anak itu milik saya atau bukan, tetapi saya tidak keberatan untuk mencari tahu," tulisnya di media sosial.
"Tidak diperlukan perintah pengadilan. Meskipun tidak tahu pasti, saya telah memberikan Ashley 2,5 juta dollar AS dan akan mengirimkannya 500 ribu dollar AS per tahun," bebernya.
Sedangkan, pada hari Sabtu (29/3/2025), Ashley St. Clair berbicara kepada Daily Mail di depan kamera saat ia menyerahkan kunci mobil Tesla Model S miliknya. Ia mengatakan kepada media tersebut bahwa ia menjual mobil tersebut untuk mengganti "potongan 60 persen yang dibuat Elon untuk tunjangan anak putra kami," imbuhnya.
Baca Juga: Jadi Miliarder Termuda, Ini Sosok Pria Berusia 19 Tahun yang Punya Harta Kekayaan Rp 90 Triliun
Elon Musk membantah bahwa ia "melakukan pembalasan finansial" terhadap Ashley St. Clair dan anak mereka. Sebelumnya, pada bulan Februari 2025, Ashley St. Clair mengunggah pengumuman ke X, yang mengungkapkan bahwa ia dan miliarder itu menyambut kelahiran seorang anak bersama pada bulan September 2024.
Elon Musk juga merupakan ayah dari 13 anak lainnya, yang ia miliki bersama tiga wanita lain. Sedangkan pada bulan Februari, CEO SpaceX dihadapkan dengan pengumuman bayi lainnya ketika eksekutif teknologi Shivon Zilis berbagi bahwa ia telah melahirkan anak keempatnya dengan Musk, sehingga total keturunannya menjadi 14.
Sebagai informasi, Musk, pertama kali merasakan kebahagiaan menjadi orangtua pada tahun 2002 bersama mantan istrinya, Justine Wilson. Sayangnya, anak pertama mereka, Nevada Alexander, meninggal saat usia 10 minggu. Pasangan ini lalu dikaruniai lima anak lagi yaitu si kembar Vivian dan Griffin, serta si kembar tiga Kai, Saxon, dan Damian.
Pada 2020, Musk dan penyanyi Grimes menyambut anak pertama mereka bersama, X Æ A-12. Mereka lalu memiliki dua anak lagi, Exa Dark Sideræl dan Techno Mechanicus. Selain itu, Musk juga memiliki anak kembar, Strider dan Azure, dengan Shivon Zilis, seorang eksekutif di perusahaan Neuralink miliknya.
Berita Terkait
-
Berpangkat Jenderal Bintang Empat, Koleksi Mobil Dudung Justru Ramah Kantong
-
Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional
-
Potret Horor Ketimpangan Ekonomi: Harta 50 Triliuner RI Bertambah Rp13,48 Miliar Setiap hari
-
7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang
-
Profil Luky Alfirman Dirjen yang Dicopot Purbaya: 30 Tahun Mengabdi di Keuangan, Punya Harta Jumbo
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis
-
Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan
-
YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan
-
64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan
-
KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN
-
Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
-
Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya
-
Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman