Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mengalami penguatan dari perdagangan pekan kemarin.
Mengutip data RTI Business, IHSG memerah dengan turun 20,89 poin atau naik 0,32 persen menuju ke level 6.613.
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 20,39 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp13,26 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,15 juta kali.
Dalam perdagangan hari, sebanyak 327 saham bergerak naik, sedangkan 274 saham mengalami penurunan, dan 203 saham tidak mengalami pergerakan.
Di perdagangan hari ini, beberapa saham yang mengalami kenaikan sebagai penggerak IHSG diantaranya, TNCA, CGAS, BBKP, NICL, MINE WAPI, PPRI, SOLA, CAMP, KJEN, ISAT.
Sementara, saham-saham yang alami jeblok pada perdagangan hari ini diantaranya, NETV, DGNS, CINT, BNGA, MSIN, INDY, DOOH, PANI, ARTO, GEMA
Meleset dari Proyeksi
IHSG) diprediksi bisa kembali melaju naik pada perdagangan Kamis (24/4/2025).
Seperti dikutip dari riset CGS International Sekuritas Indonesia menuturkan, kuatnya perdagangan bursa Amerika Serikat (AS) Wall Street menjadi sentimen positif bagi IHSG.
Baca Juga: 2 Respon Presiden Prabowo Subianto Terhadap Tekanan Pasar Saham
Namun pergerakan IHSG dibayangi, terkoreksinya beberapa harga komoditas seperti emas, minyak mentah dan batu bara, yang berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan.
"IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.540-6.445 dan resistance 6.730-6.820," kata CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Kamis (24/4/2025).
Sementara, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengungkapkan saham-saham Wall Street ditutup menguat pada Rabu (23/4), didorong oleh harapan meredanya ketegangan dagang antara AS dan China, serta pernyataan Presiden AS Donald Trump yang meredakan kekhawatiran atas independensi The Fed.
Pada perdagangan kemarin, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,07 persen, indeks S&P 500 menguat 1,67 persen, dan Nasdaq Composite meningkat 2,50 persen.
Menurut dia, Optimisme pasar menguat setelah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa tarif tinggi antara AS dan China tidak berkelanjutan. Selain itu, Trump mengisyaratkan keterbukaannya untuk meredakan ketegangan perdagangan antara dua negara tersebut.
"Di sisi lain, saham Tesla menguat 5,3 persen setelah CEO Elon Musk menyatakan akan mengurangi keterlibatannya dalam urusan pemerintahan guna fokus pada perusahaannya. Saham Boeing naik 6,1 persen usai melaporkan kerugian kuartalan lebih rendah dari perkiraan. Sedangkan, saham General Dynamics melemah 3,3 persen," kata Fanny.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
-
IHSG Sempat Tembus 6.057 Tapi Berbalik Turun, Saham RANS Mulai Dijual
-
Persaingan Bisnis Semakin Sengit, Lion Parcel Bidik Seller Marketplace Lewat Toco
-
IHSG Menuju Target 6.150, Simak Analisis Teknis dan Saham Pilihan
-
Peringkat Utang Indonesia Tetap Stabil, Bos BI Beri Sinyal Ekonomi Makin Kuat
-
AS dan Iran Menuju Perang Terbuka, Harga Minyak Kembali ke Level 80 Dolar per Barel
-
Daftar 6 Maskapai yang Beroperasi di Bandara Husein Sastranegara
-
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri 24, Mana yang Lebih Murah?
-
OJK Rilis Aturan Baru Pembayaran Manfaat Pensiun, Peserta Kini Bisa Pilih Sekaligus atau Berkala
-
Biaya Pendidikan Terus Naik, Ini Solusi Perencanaan Keuangan Bagi Orang Tua