Suara.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI). Bertempat di Balai Purnomo, Kampus UI Depok, sinergi antara BCA, Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok berhasil mengumpulkan 135 kantong darah dalam program bertajuk “Give Blood, Spread Vibes” pada Senin (21/4).
Inisiatif ini bukan hanya menjadi wujud nyata kontribusi BCA di sektor kesehatan, namun juga menandai langkah strategis perseroan dalam memperluas jangkauan program sosialnya. Untuk pertama kalinya, kegiatan donor darah ini diselenggarakan di luar lingkungan kantor BCA, melibatkan partisipasi aktif dari mahasiswa dan civitas academica UI sebagai pendonor eksternal.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah merupakan agenda rutin perusahaan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. “Kami sangat senang dapat memperluas inisiatif ini dengan menggandeng mahasiswa Universitas Indonesia untuk turut serta melakukan donor darah. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat signifikan bagi penerima donor dan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari pilar Bakti Kesehatan di bawah payung Bakti BCA, melanjutkan kemitraan jangka panjang yang telah terjalin antara BCA dan PMI. Tercatat, sejak tahun 2016 hingga Maret 2025, kolaborasi strategis ini telah berhasil menghimpun lebih dari 14 ribu kantong darah yang didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan darah di berbagai wilayah Indonesia.
Dukungan penuh juga datang dari RS Universitas Indonesia. Keterlibatan RSUI dalam kegiatan ini memperkuat sinergi antara institusi kesehatan dan dunia pendidikan dalam menanamkan kesadaran kemanusiaan di kalangan generasi muda dan akademisi. Mengingat kebutuhan darah RSUI sendiri berkisar antara 900 hingga 1.000 kantong setiap bulannya, kolaborasi ini menjadi langkah yang signifikan.
Direktur Utama RSUI, dr. Ari Kusuma Januarto, Sp.OG., Subsp.Obginsos, menyambut baik kolaborasi ini. “Mendonorkan darah bukan hanya tindakan membantu sesama, tetapi juga membangun rasa solidaritas dan empati di lingkungan kampus. Kami berharap ke depannya akan semakin banyak inisiatif positif seperti ini yang dapat kita gagas bersama,” tuturnya.
Selain kegiatan donor darah, BCA juga menggelar Kuliah Umum bertajuk 'BCA Berbagi Ilmu', yang merupakan inisiatif unggulan Bakti BCA di pilar Bakti Pendidikan. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya dalam aspek Pendidikan Berkualitas. Kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif seperti Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dan Duta Bakti BCA Nicholas Saputra sebagai pembicara.
“Kami berharap rangkaian aktivitas yang kami hadirkan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan kontribusi positif yang nyata bagi masyarakat. Khususnya bagi generasi muda, kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran sosial dan mendorong mereka untuk menjadi individu yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” pungkas Hera.
Ke depannya, BCA berencana untuk melanjutkan program donor darah dan kuliah umum ke berbagai universitas lainnya di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BCA dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya peduli dan sehat, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi.
Baca Juga: Bos BCA Salahkan Kejutan Trump yang Bikin Saham Perbankan Sempat Amblas
Selain donor darah, Bakti BCA secara konsisten memberikan kontribusi positif melalui berbagai program kesehatan lainnya. Beberapa di antaranya adalah pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi skrining hipertensi, diabetes, tekanan darah tinggi, dan asam urat, serta program bakti sosial operasi katarak yang telah berjalan sejak tahun 2001 dan telah memberikan manfaat kepada 9.141 pasien di berbagai daerah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
BTN Borong Lima Penghargaan Internasional, Transformasi Beyond Mortgage Makin Diakui
-
Di Bawah Danantara, PNM Buka Pekerjaan Puluhan Ribu Lulusan SMA/SMK dari Keluarga Prasejahtera
-
Perombakan di Manajemen Danantara, Pahala Mansury Jadi Managing Director
-
Rupiah Terkapar Lemah Hari Ini, Sempat ke Level Rp18.000
-
Omnichannel Jadi Solusi Menjawab Perubahan Perilaku Konsumen
-
Emak-emak Kecantol 'Cinta Online', Berujung Duit Rp120 Miliar Lenyap
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Marketeers Tech for Business: Brand Hari ini Harus AI Friendly
-
Pengguna SeaBank Tembus 30 Juta, Perputaran Uang Capai Rp 6 T per Hari
-
Investor Asing Serok BBCA, Tapi Jual Besar-Besaran BUMI di Sesi I