Suara.com - PT Biro Klasifikasi Indonesia / BKI (Persero) menggelar Focus Group Discussion bertajuk “Mengangkut Kendaraan Listrik Berbasis Baterai dengan Aman - Best Practices bagi Pemilik Kapal & Logistik Maritim.”
Forum ini menjadi bentuk nyata kolaborasi untuk menjawab tantangan sekaligus peluang dari perkembangan kendaraan listrik (electric vehicles/EV) di Indonesia, khususnya terkait aspek keselamatan pengangkutan EV melalui transportasi laut.
Diskusi ini mengulas strategi penerapan standar keselamatan pengangkutan EV di kapal, mencakup aspek operasional dan finansial sebagai langkah mitigasi risiko.
Hadir dalam acara ini Arief Nurtjahjo, SVP Operasi Bisnis Klasifikasi PT BKI (Persero), Capt. Hendri Ginting M.M, Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sebagai Keynote Speaker, serta Alex Nurwahyudy, Marine Investigator KNKT, sebagai moderator.
Para narasumber yang hadir berasal dari berbagai lembaga dan latar belakang, antara lain Franky Affandi selaku CTO PT Fast, Dimas Yunianto P selaku R&D Engineer at Gotion High-Tech, Khoiri Soetomo selaku Ketua Umum GAPASDAP, Amir Makbul selaku Kasubdit Rancang Bangun dan Stabilitas Kapal Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Mohammad Arif Kurniawan selaku SM. Riset Dan Pengembangan Bisnis Operasi PT BKI (Persero), dan Yohanes Oscarino selaku Claim Group Head PT Tugu Reasuransi Indonesia.
Dalam sambutannya, Arief Nurtjahjo menyampaikan bahwa perkembangan kendaraan listrik yang pesat membuka peluang baru bagi logistik maritim, termasuk potensi pertumbuhan angkutan laut BEV.
Namun, di balik peluang ini, terdapat tantangan teknis baru seperti risiko thermal runaway pada baterai, penempatan kendaraan listrik di atas kapal, dan respons darurat jika terjadi insiden selama pelayaran.
"Forum strategis ini hadir untuk menjembatani hal tersebut, dengan mengubah tantangan menjadi solusi melalui masukan praktis dari para ahli, pelaku industri, dan regulator,” ujar Arief ditulis Rabu (14/5/2025).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan keselamatan dan keberlanjutan operasional di sektor maritim, khususnya dalam pengangkutan kendaraan listrik.
Baca Juga: Toyota Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal pada Mobil Listrik bZ4x
Seiring dengan meningkatnya tren kendaraan ramah lingkungan, diperlukan pemahaman yang mendalam dan kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan yang ada.
“Pentingnya sinergi antara regulator, pemilik kapal, asosiasi seperti GAPASDAP, dan pengelola terminal dalam menentukan posisi kendaraan listrik di atas kapal demi keselamatan bersama. Melalui FGD ini, kami berharap terbentuk regulasi yang tidak hanya mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik, tetapi juga menjamin keselamatan dan kelayakan kapal pengangkutnya,” ujar Capt. Hendri Ginting M.M.
Mobil listrik (EV) telah mengubah lanskap otomotif secara global, menandai pergeseran signifikan menuju transportasi yang lebih berkelanjutan.
Didorong oleh kekhawatiran tentang perubahan iklim dan polusi udara, EV menawarkan alternatif ramah lingkungan dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin tradisional. Keunggulan utama mobil listrik terletak pada emisi nolnya.
Alih-alih membakar bahan bakar fosil, EV ditenagai oleh baterai yang diisi ulang dari sumber listrik. Hal ini secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca dan polutan berbahaya, terutama di daerah perkotaan yang padat.
Selain itu, EV juga lebih efisien daripada mobil konvensional, mengubah sebagian besar energi listrik menjadi tenaga penggerak. Teknologi baterai telah mengalami kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir, menghasilkan jangkauan yang lebih jauh dan waktu pengisian yang lebih cepat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya
-
PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%
-
Carbon Trading Dinilai Jadi Senjata Baru Tekan Emisi di Indonesia
-
Pertumbuhan Uang Beredar Agak Tersendat, April Hanya Rp 10.253,7 Triliun
-
Perkuat Layanan Maritim Energi Nasional, PTK Jalankan Kerja Sama STS Proyek FAME 2026
-
Bukan Harga, Konsumen RI Lebih Pilih Respon Cepat Saat Belanja
-
Program CSR Berdampak Positif, Pertamina Trans Kontinental Raih Indonesia Penghargaan Best CSR 2026
-
Pertamina Gandeng ERIA Percepat Pengembangan Transisi Energi Berkelanjutan