- Menkeu targetkan THR ASN 2026 cair di awal puasa, lebih cepat dari biasanya.
- Pemerintah siapkan Rp55 triliun untuk THR PNS, PPPK, TNI, dan Polri tahun 2026.
- Percepatan belanja THR bertujuan dongkrak pertumbuhan ekonomi ke level 6 persen.
Suara.com - Kabar mengenai kapan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) cair selalu menjadi topik yang paling dinanti. Tahun ini, sinyal kuat datang dari Lapangan Banteng. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi indikasi bahwa THR ASN 2026 berpeluang besar cair pada awal Ramadan, bukan lagi mepet menjelang Lebaran.
Pemerintah telah mematok anggaran fantastis sebesar Rp55 triliun dalam APBN 2026 untuk membayar THR bagi PNS, PPPK, TNI, hingga Polri. Langkah ini diambil bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi besar memacu denyut ekonomi nasional di awal tahun.
"Sudah pasti nanti (cair). Tapi saya tidak tahu tanggal pastinya yang jelas. Di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan," ungkap Menkeu Purbaya usai forum Indonesia Economic Outlook (IEO) di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Jika menilik rekam jejak tahun-tahun sebelumnya, THR biasanya baru mendarat di rekening para abdi negara sekitar 10–14 hari sebelum Idulfitri. Namun, untuk tahun 2026, pemerintah ingin melakukan percepatan.
Mengingat Idulfitri diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026, pola lama biasanya menempatkan pencairan di kisaran 11–15 Maret. Dengan pernyataan terbaru Menkeu, ada peluang pencairan maju lebih awal untuk memperkuat daya beli masyarakat selama bulan puasa. Kendati demikian, publik masih harus bersabar menunggu payung hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP) yang lazimnya terbit mendekati Ramadan.
Di balik kebijakan ini, ada misi besar di sektor fiskal. Pemerintah menempatkan belanja THR sebagai instrumen untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kuartal I-2026. Menkeu Purbaya memproyeksikan total belanja negara pada awal tahun mencapai Rp809 triliun.
Anggaran jumbo tersebut tidak hanya untuk THR, tetapi juga mencakup percepatan program unggulan Makan Bergizi Gratis hingga rehabilitasi bencana.
“Jadi kita keluarkan semua belanjanya mungkin di bulan pertama untuk memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi masih akan berkelanjutan,” tegas Purbaya.
Optimisme pun membubung. Menkeu menargetkan intervensi belanja yang masif ini mampu mengerek pertumbuhan ekonomi dari asumsi APBN 5,4 persen menuju angka 6 persen. “Saya akan coba dorong ke arah 6 persen. Saya bayarnya dari situ (percepatan belanja),” pungkasnya.
Baca Juga: Soal Perbedaan Awal Ramadan, Ketum Muhammadiyah Ajak Umat Bersikap Arif dan Bijaksana
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
Terkini
-
Modal Cekak hingga Cost of Fund Tinggi, Ini Alasan Pembiayaan Bank Syariah Masih Mahal
-
Gandeng Perusahaan Asing, Perminas Mulai Misi Pencarian Mineral Kritis
-
Penjualan Anjlok 30 Persen, Converse Bakal Pangkas Karyawan demi Efisiensi
-
Bahlil Kesel Importir Menang Banyak Saat RI Senang Impor BBM
-
Tak Hanya Biji Mentah, Pemerintah Bidik Ekspor Kopi Olahan
-
Merak-Bakauheni Diprediksi Diserbu 6 Juta Pemudik, Ini Strategi Kemenhub
-
Ramalan IHSG untuk Sepekan Ini, Investor Diharap Fokus Saham Fundamental
-
Tak Boleh Ketergantungan Impor, Indonesia Harusnya Naik Kelas Jadi Produsen Halal Dunia
-
Prestasi Internasional BRI: 4 Award ESG 2025 dan Rekor Social Bond
-
Purbaya Prihatin 99% Busana Muslim RI Produk Impor China, Siap Kasih Insentif Pengusaha Lokal