Suara.com - BPI Danantara dikabarkan akan memberikan bantuan modal kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) di tengah situasi kesulitan keuangan yang dialami maskapai plat merah itu.
Mengutip laporan Bloomberg, sumber yang mengetahui detail informasi ini mengungkapkan bahwa pembahasan antara kedua belah pihak masih berada di tahap awal. Artinya, belum ada keputusan final yang diketok palu, dan besaran suntikan modal yang mungkin dikucurkan pun masih dalam tahap penggodokan.
Baik pihak Garuda Indonesia maupun Danantara hingga kini masih enggan memberikan komentar resmi terkait spekulasi yang beredar kencang ini.
Kabar ini muncul di saat Garuda Indonesia masih berjuang memulihkan diri dari tekanan keuangan. Setelah sempat mencatatkan angin segar berupa laba selama dua tahun berturut-turut pascapandemi, maskapai kebanggaan bangsa ini kembali terjerumus dalam kerugian bersih pada tahun 2024.
Sebelumnya, potret suram kondisi keuangan Garuda Indonesia juga sempat terungkap melalui kabar bahwa setidaknya 15 pesawatnya tidak dapat beroperasi lantaran terganjal masalah pembayaran perawatan. Bahkan, beberapa pemasok dikabarkan mulai meminta pembayaran di muka untuk suku cadang dan layanan, sebagai respons atas kondisi finansial perusahaan yang belum sepenuhnya pulih.
Kondisi ini tercermin dalam laporan keuangan terbaru Garuda. Pada kuartal I tahun 2025, GIAA mencatatkan kerugian bersih sebesar US$ 75,93 juta, atau setara dengan Rp 1,2 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.524 per US$). Meskipun angka kerugian ini menunjukkan penurunan sebesar 12,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) yang mencapai US$ 86,82 juta, namun tetap menjadi lampu kuning bagi keberlanjutan operasional maskapai.
Di tengah kabar kurang sedap, Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan, mencoba memberikan perspektif yang lebih optimis. Ia mengungkapkan bahwa dari sisi keuangan, Garuda berhasil mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar US$ 162,27 juta pada kuartal I 2025. Capaian ini melonjak signifikan sebesar 87,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY), menunjukkan adanya peningkatan efisiensi operasional dan penguatan likuiditas perusahaan.
Lebih lanjut, Wamildan menyoroti kinerja penerbangan tidak berjadwal atau charter yang meroket sebagai katalis penting dalam memperkuat fondasi bisnis Garuda. Pendapatan dari segmen charter tumbuh fantastis sebesar 92,88 persen dibandingkan kuartal I tahun sebelumnya (YoY). Pertumbuhan positif ini terutama didorong oleh peningkatan trafik pada pasar charter Umrah, yang menjadi fokus strategi Garuda Indonesia tahun ini.
Pendapatan pangsa pasar charter Garuda Indonesia pada kuartal I 2025 tercatat sebesar US$ 37,9 juta, ditopang oleh lonjakan trafik penumpang charter sebesar 104 persen menjadi 24.618 penumpang dengan 69 penerbangan yang didominasi oleh jemaah Umrah.
Baca Juga: Cara Mengajukan Pinjaman BRI Non KUR Terbaru dan Syaratnya
Wamildan juga mengungkapkan langkah agresif Garuda dalam mengakselerasi program optimalisasi kapasitas melalui penambahan armada, dengan target ambisius mencapai 100 pesawat hingga akhir tahun 2025. Selain itu, Garuda terus menjalankan program transformasi berkelanjutan yang mencakup refocusing anggaran, optimalisasi armada, serta peningkatan level of service.
Di sisi internal organisasi, berbagai pembaruan dilakukan, termasuk pelatihan awak pesawat berbasis kinerja, sistem tunjangan yang lebih kompetitif, serta tata kelola dan strategi human capital yang selaras dengan praktik industri penerbangan global.
"Dengan tren arus kas yang positif dan dukungan kesiapan sinking fund yang proporsional, kami tetap berkomitmen untuk menjaga ketahanan finansial dan pemenuhan kewajiban usaha, baik jangka pendek maupun jangka panjang," pungkas Wamildan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal
-
Bank Mandiri Perkuat Sinergi BUMN Bangun Huntara bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang