"Di Eropa sendiri, dalam pertemuan di Ukraina, negara-negara Uni Eropa mengimbau Rusia untuk melakukan gencatan senjata secara permanen."
"Apabila menolak, kemungkinan besar akan diberikan sanksi ekonomi besar, baik dari Eropa maupun Amerika. Itu pun ditolak oleh Rusia, bahkan Rusia melakukan penyerangan kembali terhadap wilayah Ukraina dengan menggunakan drone," katanya.
Sementara di Timur Tengah, situasi juga memanas seiring dengan sikap Israel yang berencana menguasai sepenuhnya Jalur Gaza, menurut penasehat Amerika yang melakukan konsultasi di Israel.
Ibrahim menambahkan bahwa situasi ini memicu reaksi keras dari kelompok Houthi yang terus melancarkan serangan ke wilayah yang dikuasai Israel.
Selanjutnya, ketidakpastian seputar pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai program nuklir juga menambah risiko geopolitik.
"Amerika menginginkan Iran tidak boleh melakukan pengayaan uranium, sedangkan Iran mengatakan itu hak mereka. Ini yang kemungkinan besar akan terjadi deadlock dan bisa saja Amerika mengancam untuk melakukan pengeboman," ujarnya.
Meski harga saat ini tengah tertekan, Ibrahim tetap optimistis terhadap prospek emas jangka menengah hingga panjang.
Apabila harga tidak menembus support technical terakhir di USD 3.150, maka ada peluang emas kembali menguat ke level USD 3.400.
"Saya masih optimis bahwa harga emas dunia itu masih akan terus mengalami kenaikan. Karena secara teknikal, kalau seandainya tidak tembus di level USD 3.150, ada kemungkinan besar emas dunia itu akan terbang kembali ke level USD 3.400,” katanya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Melorot Jelang Akhir Pekan, Jadi Rp 1.910.000/Gram
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
Terkini
-
Prabowo Beri Bahlil 1 Minggu untuk Evaluasi Tambang Ilegal
-
Prabowo: Krisis Dunia Jadi Peluang Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern
-
Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global
-
Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja
-
FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia
-
Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026
-
Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026
-
Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!